Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Geger Praktik Aborsi di Jakpus, Sosiolog: Orangtua Abai Awasi Perilaku Seks Anak

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 19 Februari 2020 |08:01 WIB
Geger Praktik Aborsi di Jakpus, Sosiolog: Orangtua Abai Awasi Perilaku Seks Anak
Ilustrasi
A
A
A

Akhirnya, karena kehamilan di luar nikah itu adalah sebuah peristiwa yang memalukan, membuat banyak remaja memutuskan untuk melakukan aborsi sebelum ketahuan sama orang tuanya.

“Jika anaknya hamil (di luar nikah), orangtua justru akan marah besar. Sehingga ketika anak hamil, mereka lebih memilih menggugurkan karena takut sama orangtua atau malah dipaksa oleh orangtua,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, penyebab lainnya adalah tidak adanya kurikulum pendidikan moral di setiap sekolah, sehingga banyak remaja tidak mengerti batasan dalam menjalin pertemanan dengan lawan jenis. Lalu, dirinya juga menilai peran pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap praktek aborsi dinilai masih sangat lemah.

“Pengawasan yang lemah dari pemerintah terhadap keberadaan tempat yang memberikan layanan aborsi ilegal, sehingga anak muda yang sudah terlanjur (hamil) masih mendapat peluang untuk melepas tanggung jawab atas perbuatan yang melanggar norma susila yang telah mereka lakukan,” kata dia.

Sejauh ini polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus praktek aborsi illegal tersebut. Di antaranya berinisial MM sebagai dokter aborsi, bidan RM, dan S selaku staf administrasi.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement