Suruh Anak Ngemis di Perempatan Jalan, 2 IRT Ditangkap

Ade Putra, Okezone · Rabu 19 Februari 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 340 2170704 suruh-anak-ngemis-di-perempatan-jalan-2-irt-ditangkap-rp4Um6rYW1.jpeg Ilustrasi pengemis. (Foto : Reuters)

PONTIANAK – Dua warga yang tinggal di Pontianak Timur diamankan petugas gabungan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat dan Dinas Sosial Pontianak, Senin (17/2/2020) malam.

Kedua ibu rumah tangga berinisial AG dan LE itu diamankan karena diduga kuat mengeksploitasi anaknya. Mereka menyuruh anak-anaknya menjadi pengemis di perempatan Jalan Dr Soetomo dan Danau Sentarum, Pontianak Kota.

Komisioner KPPAD Kalbar, Divisi Data Informasi dan Pelayanan Pengaduan, Alik R Rosyad mengatakan, penertiban ini merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya, Dinas Sosial Pontianak pernah mengamankan satu di antara mereka dalam kasus serupa.

“Salah satu dari ibu ini sudah pernah dibina oleh Dinsos. Jadi, kami berkesimpulan bahwa tidak ada efek jera ibu ini. Karena ketika diamankan dan dibina, tapi tidak pernah berhenti,” ujar Alik, Rabu (19/2/2020).

Setelah diamankan, KPPAD Kalbar sebenarnya akan mendorong agar kasus ini diproses secara hukum. Sebab jika mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, terutama pada pasal 76 I, keduanya dapat dikatakan secara sah dan terbukti melanggar peraturan anak di bidang ekonomi.

ilustrasi (Dok Okezone)

"Berdasarkan UU itu, keduanya terancam pidana kurungan badan selama 10 tahun dan denda sebesar Rp200 juta," tutur Alik.

Namun, setelah dimintai keterangan oleh kepolisian dan Dinsos Pontianak, keduanya meminta maaf dan berjanji kepada seluruh pihak bahwa mereka tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama.

"Atas pertimbangan kemanusiaan, kemudian mereka punya anak yang harus dipelihara dan dijaga, kami bersepakat tidak meneruskan proses hukumnya," ucapnya.

Meski begitu, kedua ibu rumah tangga ini dimintai untuk menandatangani surat pernyataan dan perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannnya. Apabila keduanya ingkar janji, ditegaskan Alik, pihaknya tidak akan memberikan toleransi dalam bentuk apapun. “Kita akan proses hukum," tuturnya.

Alik menambahkan, anak dari AG masih berusia sepuluh tahun. Sementara anak LE masih berumur sembilan tahun. Dalam sepekan, AR dan LE ini memperkerjakan anak-anaknya sebanyak empat kali. Walau tidak bisa dipastikan hari apa saja, mereka akan turun ke jalan sehabis magrib hingga pukul 22.00 WIB.

"Hasil pemeriksaan, pendapatan yang mereka peroleh bisa mencapai Rp80 ribu lebih, sekali turun,” kata Alik.


Baca Juga : Pengemis Tajir Terciduk Bawa Duit Rp194 Juta di Depan Halte Transjakarta

Hasil pemantauan di lapangan, hal serupa kerap terjadi. Anak-anak yang masih berusia sekolah ini menyebar di berbagai wilayah, seperti di persimpangan Jalan Tanjungpura-Imam Bonjol. Di lokasi ini, hampir setiap malam terdapat anak yang meminta-minta. Biasanya mereka berjumlah lebih dari lima orang. Masing-masing akan standby di setiap persimpangan.


Baca Juga : Diciduk saat Beroperasi, Pengemis Ini Bawa Duit Jutaan Rupiah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini