nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demonstran Ukraina Serang Bus Pengangkut Warga yang Dievakuasi dari Wuhan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 09:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 21 18 2171892 demonstran-ukraina-serang-bus-pengangkut-warga-yang-dievakuasi-dari-wuhan-GoQ6ON3Az0.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KIEV – Puluhan pengunjuk rasa di sebuah kota Ukraina menyerang bus-bus yang mengangkut orang-orang yang dipulangkan dari China karena wabah virus korona Covid-19. Serangan tersebut diduga dikarenakan kekhawatiran penduduk akan kemungkinan penyebaran penyakit itu ke kota mereka.

Para penumpang bus-bus tersebut dalam perjalaan menuju ke rumah sakit di Novi Sanzhary, di wilayah Poltava tengah, di mana mereka akan menjalani karantina selama 14 hari.

BACA JUGA: Warga Protes, Gedung Karantina Virus Korona di Hong Kong Diserang Bom Molotov

Banyak penduduk khawatir virus itu dapat menyebar ke seluruh kota, yang memiliki populasi sekitar 10.000.

Sebelumnya pada Kamis, 45 warga Ukraina dan 27 warga negara asing diterbangkan dari Wuhan di China, pusat penyebaran wabah mematikan, ke Kharkiv di Ukraina timur. Mereka kemudian dibawa dengan enam bus ke rumah sakit di Novi Sanzhary, di mana mereka bertemu dengan demonstran yang menyalakan api unggun dan melemparkan batu.

Kementerian kesehatan Ukraina mengatakan tidak ada penumpang yang sakit.

Misi diplomatik Ukraina menambahkan bahwa tiga warga Ukraina dan seorang warga Kazakhstan terpaksa ditinggalkan di China karena mengalami demam.

Perdana Menteri Oleksiy Honcharuk, Menteri Kesehatan Zoriana Skaletska dan Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov dilaporkan telah pergi ke Novi Sanzhary untuk mencoba dan meredakan ketegangan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak warga untuk menunjukkan solidaritas, dan mengingat bahwa "kita semua adalah manusia". Dalam sebuah pernyataan, Zelensky meminta warga menunjukkan belas kasihan dan menahan diri untuk tidak melakukan protes.

"Sebagian besar penumpang adalah orang-orang di bawah 30 tahun. Mereka hampir seperti anak-anak bagi banyak dari kita," katanya sebagaimana dilansir BBC, Jumat (21/2/2020).

BACA JUGA: Pulang Karantina Natuna, WNI dari Wuhan Dapat Surat Keterangan Sehat

"Tapi ada bahaya lain yang ingin saya sebutkan. Bahaya lupa bahwa kita semua adalah manusia dan kita semua adalah orang Ukraina. Kita semua, termasuk mereka yang berakhir di Wuhan selama epidemi."

Hingga saat ini lebih dari 76.000 kasus penyakit Covid-19 telah dilaporkan, dengan 2.247 kematian di seluruh dunia. Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini