nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocah yang Ingin Bunuh Diri Usai Di-Bully Derita Dwarfisme

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 12:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 22 18 2172508 bocah-yang-ingin-bunuh-diri-usai-di-bully-derita-dwarfisme-NsJXVieu5E.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BRISBANE - Bocah laki-laki Australia, Quaden Bayles (9) ingin mengakhiri hidupnya setelah dibully oleh teman-teman di sekolah. Hal tersebut diketahui setelah video yang rekam oleh ibunya yang bernama Yarraka Bayles viral di media sosial Internasional.

Menurut laporan dari NITV News, Quaden dilahirkan dengan kondisi achondroplasia, atau lebih dikenal sebagai dwarfisme.

Yarraka juga mengatakan, bahwa Quaden telah mencoba bunuh diri beberapa kali karena dia muak dengan bullying yang diterimanya setiap hari baik di sekolah maupun di depan umum. Seperti diketahui Quaden memang dilahirkan dengan tidak sempurna. Ia menderita achondroplasia yang lebih dikenal sebagai dwarfisme.

 Baca juga: Viral, Curhat Bocah 9 Tahun Ingin Bunuh Diri Usai Di-Bully Teman Sekolah

Dwarfisme yang dimiliki Quaden inilah yang membuatnya diintimidasi dari teman sekolahnya di Brisbane. Ketika Quaden dan teman-teman sekolahnya berbaris untuk mendapatkan seragam, sang ibu melihat salah satu teman sekelas Quaden menepuk kepala anaknya seperti memperlakukan seekor anak anjing kecil karena ukuran tubuhnya.

“Saya dan anak perempuan saya saling memandang dan kami memberikan isyarat untuk bertanya kepada Quaden apakah hal itu benar. Quaden pun mengatakan tidak dan menatap saya dengan penuh takut seakan berkata ‘Jangan membuat keributan ibu’,” terang Yarraka, melansir dari Channel News Asia, Sabtu (22/2/2020).

Bisa dibilang Quaden sangat tidak nyaman dengan perlakuan yang diterimanya, tetapi ia sangat pandai dalam mengabaikan sesuatu yang terjadi padanya. Ia tidak ingin orang lain tahu, seberapa besar perlaku tersebut berpengaruh terhadap dirinya.

“Ia begitu kuat dan percaya diri, tetapi saat-saat seperti ini ketika Anda melihatnya hancur itu sangat memilukan untuk ditonton. Hal ini membuat saya merasa tidak berdaya,” lanjutnya.

Yarraka mengatakan, bahwa Quaden pertama kali mencoba bunuh diri pada usia enam tahun setelah kakeknya meninggal dunia. Ia telah melakukan upaya pembunuhan terus-menerus sejak itu.

Sejak video ini viral dan dipublikasi pada wal pekan ini, Quaden telah menarik perhatian orang di seluruh dunia. Bahkan beberapa artis kelas dunia pun mengulurakan bantuan untuk membantu masalah yang dimiliki oleh Quaden.

“Quaden, Anda lebih kuat dari yang anda tahu. Tidak peduli apa, Anda adalah teman saya,” terang Hugh Jackman dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosial, Twitter.

“Semuanya, mari kita bersikap baik satu sama lainnya. Bullying tidak baik. Hidup ini cukup sulit. Mari kita ingat setiap orang menghadapi pertempuran dalam hidup, jadi mari kita bersikap baik,” lanjut Jackman.

Selain Jackman aktor yang sukses dalam film The Walking Dead, Jon Bernthal memberitahu Quaden bahwa keluarganya banyak mendapatkan pelajaran darinya.

“Anda telah mengilhami kami dan di rumah kami, Anda adalah pahlawan. Terima kasih atas keberanian Anda, tetaplah kuat, dunia menyaksikannya dan Anda memiliki begitu banyak kekuatan yang indah,” ucap Bernthal.

Rekan Bernthal, Jeffrey Dean Morgan yang juga memainkan film The Walking Dead mengatakan berdasarkan pengalamannya sebagai seorang ayah bahwa anak-anak bisa saja bertindak mengerikan.

“Yang saya ingin Anda ketahui adalah Anda (Quaden) memiliki teman termasuk saya. Saya adalah teman Anda. Anda punya banyak teman di sini. Di dunia yang belum Anda temui. Kami di sini mendukung Anda. Anda perlu tahu itu. itu akan menjadi lebih baik,” ucap Morgan dalam akun Twitternya.

Sejak videonya menjadi viral, Quaden juga diundang oleh tim rugby The Indigenous All Stars untuk memimpin tim mereka dalam pertandingan National Rugby League All Stars pada akhir pekan. Selain itu gerakan #StandForQuaden pun telah bermunculan dengan para pendukung yang hadir untuk berdiri dan memberikan waktu selama sembilan menit untuk memuji Quaden.

GoFundMe juga mengirim Quaden menuju Disneyland setelah para pendukungnya mengumpulkan dana lebih dari USD167 ribu atau setara Rp2,3 miliar dari target awal sebesar USD10 ribu atau Rp138 juta.

Brad Williams yang memulai kampanye untuk Quaden mengatakan bahwa uang lebih yang tersisa setelah membayar biaya penerbangan, hotel, tiket dan makanan untuk Quaden dan ibunya, akan disumbangkan ke badan amal anti-intimidasi dan anti-penyalahgunaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini