Polisi Ultimatum DPO Pencurian Mesin ATM Ditembak di Tempat

Taufik Budi, Okezone · Senin 24 Februari 2020 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 512 2173425 polisi-ultimatum-dpo-pencurian-mesin-atm-ditembak-di-tempat-egfStNPhkL.jpg Dua pelaku pencurian mesin ATM terancam ditembak di tempat (Foto : iNews/Taufik Budi)

SEMARANG – Sebanyak dua tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian mesin ATM BCA di Magelang, Jawa Tengah. Komplotan pelaku berhasil menggondol uang tunai Rp891 juta dari mesin ATM.

Polisi memperingatkan para pelaku agar segera menyerahkan diri. Jika tidak, aparat bakal ambil tindakan tembak di tempat kalau mereka melawan saat hendak ditangkap.

Mereka adalah SY alias IP berperan mempunyai ide, mengambil barang hasil kejahatan, menentukan sasaran, menyediakan alat, membagi uang hasil kejahatan. Satu DPO lainnya adalah PL yang berperan mengambil barang hasil kejahatan dan membuka mesin ATM.

Mesin ATM yang dibobol berlokasi di Toko Oleh-Oleh Tape Ketan Jalan Pemuda No 181 Wonosari Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Jateng. Komplotan pelaku beraksi pada Selasa 4 Februari sekira pukul 05.00 WIB.

“Kemudian dari pelaku yang masih DPO kita juga mengeluarkan ultimatum pada mereka. Kalau mereka tidak menyerahkan diri tentu kita akan melakukan tindakan tegas yang terukur kepada dua pelaku ini,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Senin (24/2/2020).

Karena itu, polisi mengimbau pelaku segera menyerahkan diri. Polisi tak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas berupa menembak pelaku bila tak kooperatif. Apalagi, bila melawan petugas saat dilakukan penangkapan atau aksinya membahayakan masyarakat.

“Kita akan melakukan tindakan tegas dan terukur. Artinya kalau memang tidak mau menyerahkan diri, apalagi melawan petugas dan membahayakan masyarakat, tentu tindakan untuk tembak di tempat kepada pelaku yang sudah berkali-kali meresahkan masyarakat,” tuturnya.

“Sudah ada beberapa contoh pelaku yang kita lakukan tindakan tegas,” imbuhnya.

Baca Juga : Pasutri Dalangi Pencurian Mesin ATM Berisi Rp891 Juta di Magelang

Dia juga mengatakan, komplotan pelaku diduga telah beraksi di sejumlah tempat sebelum dibekuk aparat Ditreskrimum Polda Jateng. Tiga pelaku lain yang ditangkap di antaranya AD yang berperan mengambil barang hasil kejahatan dan membuka mesin ATM, kemudian YT alias AP alias FA berperan sebagai sopir, dan kini ditahan di Tanjung Priok Jakarta karena terlibat kasus penipuan.

Satu orang lagi merupakan perempuan SYT yang tak lain istri dari salah satu DPO. SYT berperan menerima hasil dari kejahatan pencurian mesin ATM. “Diduga (komplotan pelaku) lebih dari satu kali melakukan pembobolan ATM,” tambahnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini