Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Situs Matangaji Cirebon dan Nasibnya Kini

Fathnur Rohman , Jurnalis-Selasa, 25 Februari 2020 |02:00 WIB
Sejarah Situs Matangaji Cirebon dan Nasibnya Kini
Situs Matangaji Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur Rohman)
A
A
A

Jajat mengaku, saat ini situs Matangaji mengalami kerusakan. Diduga kerusakan yang dialami oleh situs Matangaji akibat adanya aktivitas pembangunan perumahan. Hanya puing-puing batu bata yang tersisa dari situs Matangaji. Situs itu kini sudah rata tertimbun oleh tanah.

"Bangunan utamanya kini sudah tertimbun. Situs Matangaji masih memiliki kaitan dengan Goa Sunyaragi. Bentuknya ini mirip dengan Goa Argajumut. Tapi tidak ada penutup atau atapnya. Lebih terbuka atasnya," kata Jajat.

Situs Matangaji Diduga Rusak Akibat Aktivitas Pembangunan Perumahan

Pengurus situs Matangaji bernama Kurdi merasa sangat kecawa lantaran bangunan situs Matangaji kini rata oleh tanah. Ia menuturkan, tempat bersejarah itu rusak diduga akibat adanya aktivitas pembanguan perumahan di dekat situs tersebut.

Kurdi begitu menyesalkan karena ia tidak pernah mengetahui, kalau ada oknum yang melakukan aktivitas pembangunan rumah di sekitar area situs Matangaji.

"Tidak pernah ada pembicaraan izin. Saya tidak mengetahui juga. Semuanya hancur tertimbun tanah," kata Kurdi.

Menurut Kurdi, awalnya oknum yang merusak situs tersebut hanya memotong pepohonan di sekitar bangunan situs Matangaji. Namun, selang beberapa waktu, bangunan situs Matangaji justru ditimbun tanah dan diratakan.

Situs Matangaji

Kurdi menilai, karena situs Matangaji belum terdaftar sebagai Cagar Budaya, maka oknum tak bertanggung jawab itu bisa leluasa merusak dan menimbun bangunan situs Matangaji dengan tanah. Akibat rusaknya situs itu, Kurdi mengaku sempat didatangi sesosok mahluk gaib.

"Situs itu hancur. Saya tidak tahu mereka mau bangun apa. Pas mau ke lokasi, secara tiba-tiba saya mendapat amanat dari Sultan Matangaji," tutur Kurdi. 

Sebelumnya, sempat ada kabar yang menyebutkan, kalau PT Dua Mata Residence sebagai perusahaan pengembang yang melakukan aktivitas pembangunan perumahan di area dekat situs Matangaji. Akan tetapi, Rusdianto selaku Humas Dua Mata Residence membantah kabar tersebut.

Rusdianto memyampaikan, tanah yang berada di area dekat situs Matangaji bukan milik PT Dua Mata. Ia megatakan, tanah tersebut dimiliki oleh seseorang. Orang ini rencananya akan menjual tanahnya kepada PT Dua Mata. Namun, saat ini statusnya masih dalam pembicaraan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement