nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki 31 Jari Tangan dan Kaki, Wanita Ini Dianggap Penyihir oleh Tetangganya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 18 2174956 miliki-31-jari-tangan-dan-kaki-wanita-ini-dianggap-penyihir-oleh-tetangganya-QhKxxgX0n6.jpg Kumari Nayak. (Foto: SWNS)

ODISHA - Seorang wanita yang lahir dengan 31 jari tangan dan kaki telah menghabiskan seluruh hidupnya bersembunyi di rumah setelah dicap sebagai penyihir oleh para tetangganya.

Kumari Nayak, (63) memiliki polydactylism, kelainan umum saat lahir di mana seseorang memiliki jari tangan dan kaki ekstra. Dengan 19 jari kaki dan 12 jari, Kumari tercatat dalam Guinness World Records karena memiliki jari tangan dan kaki terbanyak di dunia.

Namun, dia mengatakan kondisinya itu telah mengganggu seluruh hidupnya dan memaksanya sering tinggal di dalam rumah.

Perempuan yang tinggal di Odisha, India itu tidak punya cukup uang untuk mendapatkan perawatan medis dan mengklaim tetangga yang kejam memanggilnya 'penyihir' dan menghindarinya di jalan.

“Saya dilahirkan dengan cacat ini dan saya tidak bisa mendapatkan perawatan karena kami keluarga miskin,” kata Kumari sebagaimana dilansir Metro, Rabu (27/2/2020)

“Sekarang sudah 63 tahun saya mengalami kondisi ini.”

“Penduduk di sekitar, yang terlalu meyakini mistis, percaya bahwa saya seorang penyihir dan menjauhi saya. Mereka kadang-kadang datang untuk melihat kondisi saya - tetapi tidak pernah membantu,” tambahnya.

"Saya terpaksa tinggal di dalam rumah karena saya diperlakukan berbeda yang bukan perlakukan yang baik dari tetangga saya."

Salah satu tetangganya, yang mengetahui kondisi Kumari, mengatakan penduduk lain di 'desa kecil' mereka terlalu percaya pada takhayul.

“Saya tahu bahwa ia memiliki masalah medis dan tidak ada hubungannya dengan apa yang orang lain yakini,” ujarnya.

"Saya merasa sangat kasihan padanya karena dia bahkan tidak mampu untuk mendapatkan perawatan untuk dirinya.”

Pejabat pemerintah di India, setelah mendengar tentang keadaan Kumari, telah menawarinya rumah dan pensiun, dan berupaya menyebarkan kesadaran di antara tetangganya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini