nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yogyakarta Waspadai Cuaca Buruk Imbas Siklon Ferdinand

krjogja.com, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 14:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 510 2174982 yogyakarta-waspadai-cuaca-buruk-imbas-siklon-ferdinand-VTycGCV8r8.jpg Ilustrasi

YOGYAKARTA - Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya saat ini masih masuk dalam kategori puncak musim penghujan. Dalam periode puncak musim penghujan yang terjadi pada dasarian (10 harian) 3 Februari, banyak ditandai dengan munculnya cuaca ekstrem.

Menyikapi kondisi tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati meminta masyarakat agar tetap terus mewaspada potensi kejadian cuaca ekstrem. Seperti adanya hujan lebat disertai kilat petir dan angin kencang, ataupun hujan dengan durasi yang panjang.

“Dampak dari adanya cuaca ekstrem yang bisa memicu terjadinya longsor, banjir, pohon tumbang dan angin puting beliung. Kondisi cuaca ekstrim tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan-awan konvektif (awan cumulonimbus) secara intensif," jelas Kepala kelompok data dan informas BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Etik Setyaningrum, MSi seperti dikutip dari Krjogja, Kamis (27/2/2020).

"Karena terjadinya awan cumulonimbus terkadang berlangsung dalam waktu singkat dan lokal, masyarakat kami minta senantiasa meningkatkan kewaspadaan,” kata Etik lagi.

Baca Juga: Intensitas Hujan di Yogyakarta Masih Tinggi hingga Maret

Etik mengungkapkan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, adanya pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) yang masih aktif termasuk Tropical Siklon Ferdinand sangat berpengaruh pada pembentukan pola pertemuan angin ataupun belokan angin.

Di samping itu labilitas udara dalam skala lokal juga terlihat di beberapa wilayah. Kondisi ini memungkinkan terbentuknya konvektifitas skala lokal termasuk di sebagian besar Jawa.

“Berdasarkan kondisi diatas maka dalam beberapa hari mendatang (25 sampai 28 Februari) diprediksi intensitas hujan di DIY dalam kategori sedang hingga lebat. Hujan lebat dengan intensitas lebat itu berpotensi muncul di beberapa wilayah indonesia termasuk DIY,” ungkapnya.

Lebih lanjut Etik menambahkan, menyikapi adanya perubahan cuaca ekstrem yang kemungkinan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini