Share

Paus Fransiskus Dilaporkan Sakit di Saat Virus Covid-19 Mengganas di Italia

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 18 2175510 paus-fransiskus-dilaporkan-sakit-di-saat-virus-covid-19-mengganas-di-italia-OUlsONUH6i.jpg Paus Fransiskus. (Foto: EPA)

VATICAN CITY - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus terpaksa batal tampil pada acara Misa di Roma seperti yang direncanakan karena “sedikit sakit”. Hal itu dilaporkan New York Post mengutip pernyataan dari Vatikan, di saat virus korona baru, atau Covid-19 tengah mengganas di Italia.

Misa yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2020 itu seharusnya menjadi penanda dimulainya masa prapaskah, tetapi paus lebih memilih tetap berada di hotel "dekat Santa Marta" di mana dia tinggal. Menurut para pejabat, Paus akan segera melanjutkan tugasnya yang lain.

BACA JUGA: 400 Kasus Covid-19 Dikonfirmasi di Italia, Lebih dari 80.000 di Seluruh Dunia

Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah Paus Francis memberikan dukungannya bagi para penderita virus korona selama Misa Rabu Abu, di mana dia sudah terlihat batuk dan menghembus melalui hidungnya.

"Saya ingin, sekali lagi, untuk mengungkapkan kedekatan saya dengan mereka yang sakit karena virus korona dan kepada petugas kesehatan yang merawat mereka," kata Paus saat Audiensi Umum di Lapangan Santo Petrus pada Rabu, 26 Februari 2020.

Paus Fransiskus tampak sakit saat tampil pada Misa Rabu Abu di Roma, Italia, 26 Februari 2020. (Reuters)

Menurut laporan yang dilansir Sputnik, Jumat (28/2/2020), selama pertemuan itu, Paus tidak bertemu dengan orang yang menderita virus korona.

BACA JUGA: 11 Meninggal Akibat Virus Korona di Italia, KBRI Roma Imbau WNI Tetap Tenang

Vatikan berada di dalam Kota Roma, Italia, yang merupakan salah satu negara terdampak paling parah oleh virus korona baru, atau Covid-19. Sekira 400 kasus infeksi dan lebih dari 10 kematian telah dilaporkan di Italia akibat wabah virus korona.

Virus yang berasal dari Wuhan, China itu sampai saat ini telah menginfeksi sekira 83.000 orang, dan menyebabkan sedikitnya 2.858 kematian di seluruh dunia sejak pertama kali terdeteksi pada Desember 2019.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini