PADANG - Sekira 100 calon jamaah umrah di Sumatera Barat (Sumbar) masih menunggu kepastian berangkat ke Tanah Suci, setelah pemerintah Arab Saudi mengeluarkan larangan masuk ke Makkah dan Madinah akibat virus korona.
Menurut President Director Of AET Travel Indonesia Rizki Kurniawan sesuai jadwal rencananya akan diberangkatkan 100 jamaah umrah ke Makkah pada 1 Maret. Dengan adanya larangan masuk ke Mekah dan Madinah dirinya belum mengetahui hal tersebut.
“Kami masih menunggu informasi dari Pemerintah Arab Saudi. Karena kan itu otoritas mereka. Kalau mereka melarang masuk itu hak mereka. Intinya kita tidak tahu beberapa lamanya,” katanya, Jumat (28/2/2020).
Kalau terjadi penundaan keberangkatan maka perusahaannya akan melakukan pendataan ulang. Yang pasti, jamaah yang mendaftar melalui perusahaannya dipastikan akan berangkat.
Baca Juga: Khawatir Wabah Virus Korona, Arab Saudi Hentikan Sementara Pelaksanaan Umrah
“Kalau nanti sudah diperbolehkan masuk, nanti akan dijadwalkan ulang semua jamaah kita,” ungkapnya.
Rizki menjamin untuk memberangkatkan dan menjadwal ulang setelah adanya pemberitahuan dari pemerintah Arab Saudi.
“Yang jelas ini kan musibah dunia, bukan hanya di Padang, tapi seluruh dunia yang tidak diperbolehkan masuk ke Tanah Suci,” tuturnya.
Sementara itu, pengelola penyelenggara perjalanan ibadah umrah, Zafa Tour Sumbar, Defri Hanas mengatakan dirinya mendapat kabar tentang keputusan pemerintah Arab Saudi menangguhkan kedatangan jamaah umrah, hingga 14 hari ke depan visa tidak bisa di input.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Hormati Keputusan Arab Saudi Hentikan Sementara Umrah
“Hingga 14 hari ke depan, kita (biro tour umrah dan haji) tidak bisa memasukan data pembuatan visa,” katanya.
Berdasarkan jadwal daftar keberangkatan, biro perjalanan ibadah umrah pada 8 Maret nanti. Namun dengan peristiwa ini kemungkinan besar keberangkatan tersebut akan ditunda.
“Jadwal keberangkatan dari Sumbar tanggal 8 Maret. Melihat situasi seperti ini kemungkinan ditunda, jika ditunda akan membuat jadwal ulang,” terangnya.