nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

90 Calon Jamaah Umrah Asal Semarang Gagal Berangkat, Koper Menumpuk di Kantor Travel

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 11:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 28 512 2175444 90-calon-jamaah-umrah-asal-semarang-gagal-berangkat-koper-menumpuk-di-kantor-travel-8kKj0KDb3N.jpg Kantor biro perjalanan umrah di Semarang (Okezone.com/Taufik)

SEMARANG – Sebanyak 90 calon jamaah ibadah umrah asal Kota Semarang, Jawa Tengah gagal berangkat menyusul moratorium yang dilakukan pemerintah Arab Saudi karena virus korona atau Covid-19. Padahal, mereka sudah siap mengangkat koper untuk dibawa ke Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Seperti yang terlihat di Kantor Biro Perjalanan Haji dan Umrah PT Fatimah Zahra, Kota Semarang. Sejumlah koper menumpuk di salah satu sudut kantor. Koper-koper itu rapi disusun lengkap dengan gembok dan nama masing-masing calon jemaah.

CEO PT Fatimah Zahra Rifky Ashadi mengatakan, baru menerima informasi penutupan sementara pemberangkatan umrah pada Kamis 27 Februari sekira pukul 04.00 WIB. Dalam waktu singkat, banyak calon jamaah umrah yang memastikan kabar tersebut melalui sambungan telefon.

“Untuk jadwal paling dekat Sabtu besok (29 Februari), kemudian setelah itu tanggal 2 Maret, tanggal 7 Maret tanggal 14 Maret. Masing-masing 90-180 jemaah,” kata CEO PT Fatimah Zahra Rifky Ashadi, Jumat (28/2/2020).

 Ilustrasi

Pihaknya pun meminta jamaah untuk menunggu informasi lebih lanjut untuk kepastian berangkat ke Tanah Suci. Dia meyakini penutupan umrah tak berlangsung lama, sebab kasus korona tak ditemukan di Arab Saudi.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Dekati Arab Saudi agar Jamaah Indonesia Bisa Umrah Lagi

“Kasus korona ini kan tidak ada di Arab Saudi. Jadi ini ditutup untuk mencegah korona masuk ke sana. Ya kita optimistis bakal segera dibuka kembali (ibadah umrah ke Tanah Suci),” terangnya.

Secara periodik, dia mengecek perkembangan terbaru mengenai moratorium umrah ini. Selain berkomunikasi dengan instansi-instasi terkait, termasuk mendapat informasi langsung dari pemerintah Arab Saudi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini