Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahathir Mohamad Merasa Dikhianati PM Baru Malaysia Muhyiddin Yassin

Medikantyo , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2020 |11:58 WIB
Mahathir Mohamad Merasa Dikhianati PM Baru Malaysia Muhyiddin Yassin
Mahathir Mohamad merasa dikhianati Muhyiddin Yasson. (Foto: The Star)
A
A
A

KUALA LLUMPUR - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, mengeluarkan pernyataan keras terkait penggantinya, Muhyiddin Yassin. Mahathir merasa dikhianati Muhyiddin yang disebutnya sudah mengincar posisi sebagai kepala pemerintahan Malaysia sejak lama.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahathir saat menemui awak media pada Minggu (1/3/2020). Seperti dilansir dari laman Strait Times, Mahathir merasa Muhyiddin bukan figur yang tepat untuk menggantikan dirinya.

Muhyiddin Yassin

(Muhyiddin Yassin saat disumpah sebagai PM Baru Malaysia. Foto: Bernama)

"Ia (Muhyiddin) sukses meraih apa yang sudah dikerjakannya sejak lama. Saya merasa memiliki dukungan mayoritas publik saat ini, namun Muhyiddin akan tetap (sudah) dilantik hari ini," ujar Mahathir yang mengajukan pengunduran diri pada 24 Februari.

Salah satu cara menurut Mahathir untuk menggagalkan pemerintahan Muhyiddin adalah mengajukan mosi tidak percaya kepada Parlemen. Melalui cara itu, diharapkan terjadi penundaan pembentukan kabinet sehingga pemerintahan tertunda sementara.

BACA JUGA: Profil Singkat Perdana Menteri Baru Malaysia Muhyiddin Yassin

Langkah pengunduran diri Mahathir pada Senin 24 Februari, diperkirakan menjadi upaya penguatan koalisi Pakatan Harapan. Namun, peluang justru didapatkan kubu oposisi pimpinan UMNO yang menyuarakan dukungan kepada Muhyiddin, PM pengganti pilihan Istana Negara Malaysia.

(Fetra Hariandja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement