Kemelut Politik Malaysia, Mahathir: Pelantikan Muhyiddin Terasa Aneh

Medikantyo, Okezone · Minggu 01 Maret 2020 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 01 18 2176411 kemelut-politik-malaysia-mahathir-pelantikan-muhyiddin-terasa-aneh-88m1v1gp6e.jpg Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia. (Foto: Bernama)

KUALA LUMPUR - Pelantikan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia mengundang kecurigaan dari Mahathir Mohammad. Sosok yang meletakkan jabatan PM Malaysia pada 24 Februari 2020 itu menyebut agenda di balik penunjukan Muhyiddin, yang disebutnya bersekutu dengan partai oposisi seperti UMNO.

Mahathir bersama partai Bersatu membentuk koalisi Pakatan Harapan, yang mengalahkan Barisan Nasional pimpinan UMNO pada pemilihan umum Malaysia 2018. Mayoritas suara mendukung Pakatan Harapan. Hal itu seiring terpaan kasus korupsi yang menyeret mantan pejabat pemerintah asal partai anggota Barisan Nasional.

Muhyiddin Yassin

(Muhyiddin Yassin terpilih sebagai Perdana Menteri Baru Malaysia. Foto: Bernama)

"Hal ini terasa aneh. Pihak yang kalah pada pemilu terakhir justru memiliki kesempatan untuk membentuk pemerintahan baru," ujar Mahathir mengutip dari Reuters, Minggu (1/3/2020).

BACA JUGA: Mahathir Mohamad Merasa Dikhianati PM Baru Malaysia Muhyiddin Yassin

UMNO sendiri sudah menyatakan dukungan terbuka kepada Muhyiddin sejak diumumkan sebagai calon Perdana Menteri pada Sabtu 29 Februari 2020. UMNO sebenarnya memiliki momentum meraih simpati publik, termasuk dengan adanya kemenangan dalam lima pemilihan umum sela terakhir di Malaysia.

Penyebabnya adalah kritik kepada koalisi pemerintahan Pakatan Harapan, yang dinilai kurang mendukung suara etnis mayoritas Melayu dalam pemerintahan terkini. Isu ini diperkirakan menjadi fokus Muhyiddin untuk dapat menguatkan posisinya sebagai Perdana Menteri baru.

Muhyiddin sendiri dilantik di Istana Negara Malaysia, Minggu (1/3/2020) pagi WIB. Seperti dilansir laman Reuters, pemerintahan yang berpihak pada etnis mayoritas diprediksi berpengaruh pada kebijakan ekonomi nasional dan pungutan pajak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini