Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Para Peserta Observasi Jadi Juru Masak Dadakan di Pulau Sebaru

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2020 |10:29 WIB
Para Peserta Observasi Jadi Juru Masak Dadakan di Pulau Sebaru
Evakuasi WNI awak Kapal Pesiar World Dream ke Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Ist)
A
A
A

KEPULAUAN SERIBU – Sebanyak 188 warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) World Dream yang berada di Jepang telah dievakuasi pulang ke Tanah Air pada Jumat 28 Februari 2020. Mereka kemudian dibawa ke Pulau Sebaru di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Di sana, ke-188 awak Kepal Pesiar World Dream tersebut langsung menjalani observasi selama 14 hari guna memastikan tidak terjangkit virus korona atau Covid-19. Langkah observasi ini sesuai standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Polisi Tangkap Penyebar Hoax Terkait Virus Korona di Bandara Soetta 

Berbagai cerita pun terjadi ketika masa observasi di sana. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Komandan Juru Masak Tim Kemanusiaan Pulau Sebaru Letkol Sitanggang.

Ia mengajak beberapa WNI peserta observasi dari Kapal Pesiar World Dream untuk membantu memasak bersama secara mandiri guna memenuhi kebutuhan menu tambahan makanan.

"Para WNI yang menjadi 'koki dadakan' ini sebelumnya adalah mereka yang memang memiliki keahlian memasak selama menjadi ABK," ungkapnya, sebagaimana Okezone kutip dari situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (2/3/2020).

Ia menerangkan, para koki terpilih itu diberi kesempatan menunjukkan keahlian serta kreativitas dalam memasak di dapur.

Baca juga: Terkait Virus Korona, DPR Minta TNI/Polri Perketat Daerah Perbatasan 

Dia melanjutkan, terlihat ekspresi keceriaan dari para WNI peserta observasi ketika diberi kesempatan membantu misi kemanusiaan dari balik dapur.

"Semua senang dan riang," ungkap Letkol Sitanggang dalam laporannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement