Lebih lanjut, Haedar mengatakan, rumah sakit milik Muhammadiyah sudah melakukan simulasi untuk menangani virus korona. Terlebih, kata dia, rumah sakit yang dimilikinya sudah berakreditasi Internasional. Adapun jumlah rumah sakit yang siap untuk menangani wabah itu berjumlah 15.
"Kami sudah ada simulasi bahkan RS Muhammadiyah di Solo di mana cucu presiden yang dua-duanya lahir di sana, itu termasuk sudah simulasi Insya Allah akreditasinya sudah internasional, jadi kami siap," ucap Haedar.
Haedar berharap masyarakat tetap waspada namun tak panik dalam menghadapi ancaman virus korona. Ia menganjurkan masyarakat berikhtiar pada tindakan medis seraya terus berdoa agar terhindar dari wabah mematikan itu Tak lupa, ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dan gotong royong agar Indonesia bisa melewati ujian ini.
"Tak ada harta termahal di dunia ini selain kebersamaan dan kegotongroyongan," tutup Haedar.
(Awaludin)