Putra Asal Pasuruan Buat Anti-Virus Korona Pakai Rempah-Rempah

iNews TV, MNC Media · Senin 02 Maret 2020 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 519 2176656 putra-asal-pasuruan-buat-anti-virus-korona-pakai-rempah-rempah-e3shJHQNjP.jpg Illustrasi virus (foto: WebMD)

PASURUAN – Seorang profesor asal Kota Pasuruan, Jawa Timur mampu membuat anti-virus korona dengan memanfaatkan empon-empon, atau rempah-rempah sebagai bahan dasar infeksi virus yang membahayakan tersebut. Selain nilainya murah dan bahan mudah didapat di pasar-pasar, anti-virus ini juga bisa dipraktekkan secara sederhana oleh masyarakat.

Hal itu dikarenakan adanya rasa gundah sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation atau PNF, melakukan eksperimen pembuatan anti-virus atau infeksi virus di laboratorium yang terletak di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gading Rejo, Kota Pasuruan.

 Baca juga: Australia, Thailand dan Jepang Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Korona Covid-19

Ketua Tim Riset Korona Virus dan Formulasi Faksin, Profesir Chairul Anwar mengatakan, dari penelitian tersebut, yang menarik bahan dasar anti-virus yang merupakan rempah-rempah dapur untuk memasak dan bahan jamu tradisional, seperti jahe, kunyit, daun sereh, dan temulawak.

Kata Chairul, media penelitiannya tersedia ada 30 ekor ferret atau hewan mamalia, dan ada tiga formulasi yang dilakukan peneliti untuk mengetahui infeksi virus korona. Pertama dengan menginjeksikan ramuan empon-empon ke ferret, secara terus menerus. Kedua, menginjeksi virus ganas selevel korona, lalu beberapa saat setelahnya ferret disuntik virus.

 Baca juga: Virus Korona Merebak, Pemerintah Indonesia Telah Evakuasi 495 WNI dari Luar Negeri

Formula terakhir, sambung Chairul, menyuntikkan empon-empon dan virus secara bersamaan ke dalam tubuh ferret. Masa inkubasi formulasi ini efektif dalam jangka waktu maksimal 18 hari.

Dalam eksperimen beberapa hari sebelumnya, eksperimen ini terbukti ampuh menetralisir virus ganas, ketika peneliti melakukan diagnosa ferret. Anti virus ini tidak hanya mudah dan ekonomis, namun juga dapat dilakukan oleh warga secara sederhana.

“Kita akan siap diuji coba, dan diedarkan ke publik jika mendapatkan izin dari pemerintah,” pungkasnya.

Ia pun berharap, anti virus korona yang ditemukan oleh peneliti ini mampu memberikan rasa tenang kepada warga, yang kadung panik dengan wabah virus korona. Selain itu, peran serta pemerintah diharapkan maksimal dalam pencegahan virus yang menyerang sistem pernafasan ini.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini