Di samping itu, pihaknya juga menyetujui kebijakan Kerajaan Arab Saudi tersebut karena dianggap bijaksana dan positif.
"Bagus daripada berdampak buruk. Contohnya virus korona, apabila orang sudah kena virus dan memang sudah sembuh, namun kumannya belum steril, takutnya timbul lagi," ungkapnya.
Dia melanjutkan, jamaah umrah yang sudah terjadwal terpaksa harus menunggu. "Sampai saat ini tidak ada jamaah yang mau membatalkan niat ibadahnya," jelasnya.
Sementara Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Tanjab Barat, Hendra Kusuma, membenarkan adanya dampak dari moratorium kunjungan umrah ini.
"Iya kita tunggu keputusan dari pusat. Yang dilakukan pemerintah itu adalah yang terbaik, kita patuhi, kita taati, dan kita juga ikut mengantisipasi dalam rangka mencegah virus korona," katanya.
Baca juga: Kemenag Imbau PPIU Sementara Tidak Menerima Pendaftaran Umrah