BPPTKG Sebut Letusan Gunung Merapi Didominasi Gas Vulkanik

Agregasi KR Jogja, · Selasa 03 Maret 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 510 2177289 bpptkg-sebut-letusan-gunung-merapi-didominasi-gas-vulkanik-2Ji9yjBu67.jpg Foto Istimewa

YOGYAKARTA - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hanik Humaida memberikan pernyataan terkait erupsi Merapi yang terjadi Selasa 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB. Letusan tersebut menimbulkan kolom hingga 6 kilometer dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik.

 Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Hujan Abu Campur Pasir Guyur Kawasan Puncak

Hanik menjelaskan, letusan kali ini tidak didahului prekursor yang jelas demikian juga dengan deformasi yang tidak menunjukkan perubahan signifikan. Data-data tersebut menurut Hanik menunjukkan bahwa menjelang letusan tidak terbentuk tekanan kuat, karena material letusan didominasi gas vulkanik.

“Merapi saat ini erupsinya memang dominan gas, ini bagian karakter erupsi Merapi. Karakternya seperti itu, jadi dominan gasnya,” ungkap Hanik pada wartawan di kantornya, Selasa (3/3/2020).

BPPTKG menyampaikan kejadian letusan seperti pagi tadi masih dapat terus terjadi sebagai indikasi suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan berupa awan panas yang bersumber dari bongkaran material kubah lava dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan kurang dari 3 kilometer.

“Ini berdasar volume kubah lava sebesar 396.000 meter kubik, yang kami amati dari data drone 19 November 2019 lalu. Namun begitu kami harap masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 kilometer dari puncak Merapi,” imbuh Hanik.

 Baca juga: Cerita Warga Boyolali Dengar Suara Gemuruh saat Gunung Merapi Erupsi

Sementara dari data yang diberikan BPPTKG DIY, dilaporkan hujan abu bercampur pasir dilaporkan terjadi di wilayah Desa Mriyan Kecamatan Musuk Boyolali. Jarak lokasi tersebut yakni 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Untuk awan panas sendiri teramati sejauh kurang dari 2 kilometer di sektor selatan-tenggara, Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) diterbitkan dengan kode warna merah. Angin saat kejadian letusan mengarah ke utara-timur. Hujan abu juga dilaporkan terjadi dalam radius 10 km dari puncak terutama sektor utara seperti kecamatan Musuk dan Cepogo Boyolali,” tandas Hanik.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini