BPPTKG menyampaikan kejadian letusan seperti pagi tadi masih dapat terus terjadi sebagai indikasi suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan berupa awan panas yang bersumber dari bongkaran material kubah lava dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan kurang dari 3 kilometer.
“Ini berdasar volume kubah lava sebesar 396.000 meter kubik, yang kami amati dari data drone 19 November 2019 lalu. Namun begitu kami harap masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 kilometer dari puncak Merapi,” imbuh Hanik.
Baca juga: Cerita Warga Boyolali Dengar Suara Gemuruh saat Gunung Merapi Erupsi
Sementara dari data yang diberikan BPPTKG DIY, dilaporkan hujan abu bercampur pasir dilaporkan terjadi di wilayah Desa Mriyan Kecamatan Musuk Boyolali. Jarak lokasi tersebut yakni 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
“Untuk awan panas sendiri teramati sejauh kurang dari 2 kilometer di sektor selatan-tenggara, Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) diterbitkan dengan kode warna merah. Angin saat kejadian letusan mengarah ke utara-timur. Hujan abu juga dilaporkan terjadi dalam radius 10 km dari puncak terutama sektor utara seperti kecamatan Musuk dan Cepogo Boyolali,” tandas Hanik.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.