Keputusan itu dibuat akibat dampak perang saudara di Idlib, Suriah barat laut. Setidaknya 24.000 orang bersiap melintasi perbatasan Turki sejak Sabtu, menurut angka pemerintah Yunani.
Perdana Menteri Austria Sebastian Kurz menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggunakan migran sebagai pion. Dia juga mengumumkan bahwa pemerintahnya telah memperkuat perbatasan Austria.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell akan mengunjungi Ankara membahas keputusan Turki membatalkan pembatasan kesepatan migran pada 2016.
Kesepatakan tersebut merupakan solusi krisis migran, di mana hampir satu juta pengungsi dan migran tiba di Uni Eropa pada 2015 dan ribuan meninggal.
"Kekhawatiran Yunani adalah kekhawatiran kami," kata Von der Leyen.