Sementara itu, Presidium Hoax Crisis Center (HCC) Borneo, Nina Soraya menegaskan, postingan akun Holy NuAmoorea Sanggau masuk dalam kategori 'Konten yang Menyesatkan'.
"Kenapa? Karena pengunggah menggunakan informasi menyesatkan. Pengunggah membuat informasi yang tidak mencantumkan sumber kredibel. Hanya katanya menonton berita. Sehingga ini bisa menyesatkan," kata Nina.
Di mana, sambung Nina, postingan tersebut bisa mengarah kepada tafsir yang salah dan bisa mengecoh atau menggiring opini para pembaca.
"Ada kesan framing di sini. Apalagi belum ada keterangan dari pihak yang berwenang soal kondisi di Entikong. Entah pengunggah hanya mau buat lucu-lucuan karena kesal tidak dapat membeli masker atau apa, kita kesampingkan hal itu. Yang jelas, postingannya menyesatkan," tegas Nina.
Baca Juga: Penimbun Masker Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Maka dari itu, Nina menyarankan masyarakat selalu melihat media massa yang jelas dan terverifikasi, bukan percaya media sosial.
"Karena hasil pekerjaan jurnalistik sudah terukur dan juga bisa dipercaya. Mari kita bijak bermedia sosial. Saring dulu sebelum sharing. Jangan biarkan jempol lebih dulu dari otak," tutup Nina.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.