Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Virus Korona Merebak, Penjual Jamu Gendong Kebanjiran Pembeli

Rus Akbar , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |13:36 WIB
Virus Korona Merebak, Penjual Jamu Gendong Kebanjiran Pembeli
Penjual jamu gendong kebanjiran pembeli saat virus korona merebak. (Foto: Okezone.com/Rus Akbar)
A
A
A

PADANG - Merebaknya virus korona atau Covid-19 membuat penjual jamu gendong di Kota Padang, Sumatera Barat kebanjiran pelanggan. Bahkan penjual jamu mengaku kewalahan memenuhi permintaan masyarakat.

“Pelanggan saya naik dua kali lipat sejak merebaknya isu virus korona, ini sudah dua trip saya jalan dari Jati Adabiah sampai di Gunung Pangilun, sudah habis dibeli,” kata Martini (48) penjual jamu gendong kepada Okezone, Rabu (4/3/2020).

Jenis jamu yang dibeli warga adalah jahe dicampur kunyit dan temu lawak. Jika biasanya dia menyediakan 15 liter per hari, yang kadang tidak habis. Namun sekarang dia harus menyediakan 25 liter.

(Foto: Okezone.com/Rus Akbar)

“Ada yang membeli pergelas ada juga yang sudah memesan, kalau satu gelas itu harganya sama seperti biasa Rp4.000, kalau satu liter harganya Rp15 ribu. Kalaupun banyak pelanggan, sejak virus korona ini, saya enggak mau naikkan harga, ini kan musibah, jadi ini juga sebagai ganti kita membantu masyarakat,” ucapnya.

Baca juga: DPR: Penunjukan Jubir Membuat Informasi Virus Korona Satu Pintu

Martini tetap tak menaikkan harga jamunya, meski harga jahe per kilogram di pasar dari Rp40 ribu naik jadi Rp60 ribu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement