“Katanya jahe bisa mengantisipasi kita tidak terserang virus korona, itu kata mereka, kita hanya bisa jualan jamu saja. Kalau penghasilan kalau hari-hari biasa sebelum ada virus korona ini dapat sekira Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, tapi sekarang ini alhamdulillah dapat Rp350 ribu sampai Rp400 ribu,” ujarnya.
Virus korona juga membuat banyak orang yang dulunya tak suka jamu jadi berani mencoba. “Tadi ada di SMAN 3 Padang di situ ada juga pelanggan saya, banyak anak sekolah yang memesan jamu jahe tersebut, sebelumnya mereka muntah-muntah menciumnya, tapi sekarang mereka berani minum,” kata Martini.
Fransiska Sagurung (35), ibu rumah tangga pelanggan jamu gendongan milik Martini mengamini hal tersebut. Dia juga menyuruh suaminya yang tak doyan jamu untuk meminum minuman herbal itu.
“Tadi saya suruh suami saya karena dia sering flu, pilek dan batuk-batuk, biasanya dia tidak suka minum jamu, tadi saya paksa minum jamu, apalagi virus korona saat ini perlu daya tahan tubuh, harganya tidak naik kok, seperti biasa satu gelas Rp4.000,” ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.