Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kronologi Pasien yang Sempat Dikabarkan Terjangkit Virus Korona di Malang

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |14:12 WIB
Kronologi Pasien yang Sempat Dikabarkan Terjangkit Virus Korona di Malang
RSUD Saiful Anwar (Foto : Okezone.com/Avirista)
A
A
A

MALANG - Masuknya satu pasien yang sempat diduga menderita virus korona di RSUD Saiful Anwar Malang, berawal dari rujukan salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Malang.

Informasi sebelumnya, Setelah menjalani perawatan intensif, pasien tersebut akhirnya meninggal dunia. Hal ini menyebabkan menyebarnya kabar di masyarakat, bahwa sudah ada pasien korona di Malang.

Ketua Tim Penyakit Infeksi Re-Emerging RSUD Saiful Anwar dr. Didi Candradikusuma mengatakan, awalnya pasien tersebut sempat menghadiri pertemuan dengan warga negara asing asal Italia dan Perancis di Yogyakarta, meskipun warga negara asing tersebut semuanya sehat. Setelah acara pertemuan tersebut, pasien mengalami batuk dan pilek.

"Kebetulan ada warga Kota Malang yang mengadakan pertemuan dengan warga negara asing dari Italia, Perancis, dan lainnya di Yogyakarta seluruhnya sehat. Setelah itu akhir Februari kemarin, pasien ini mulai menderita batuk, pilek, dan berobat jalan di rumah sakit swasta," tutur Didi Candradikusuma saat memberikan keterangan resmi di RSUD Saiful Anwar, Rabu siang (4/3/2020).

Seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatan pasien bertambah parah dengan gejala batuk, pilek, disertai sesak napas, sehingga harus dirawat inap di rumah sakit swasta tersebut.

"Setelah beberapa hari kemudian kondisi pasien tambah parah dan dirawat inap di rumah sakit swasta tersebut. Karena gejalanya ada kesamaan dengan korona, maka pihak rumah sakit berinisiatif kemungkinan ini korona, sehingga dirujuk ke Saiful Anwar, sebagai rujukan utama se-Jatim," tuturnya.

Pihaknya kemudian menangani pasien tersebut sesuai prosedur penanganan virus korona, meskipun pada hasil analisa medis dan pengecekan sampel dari pasien, bukan menderita Covid-19 atau virus korona.

Baca Juga : Virus Korona Merebak, Penjual Jamu Gendong Kebanjiran Pembeli

"Sempat kami berlakukan prosedur sesuai yang sudah diatur. Kita taruh di ruang isolasi di belakang. Di sini dilakukan analisa lagi. Tapi setelah dari hasil analisis medis dan pengiriman sampel tidak diterima, karena kasus itu tidak masuk kriteria korona," kata Didi.

"Pasien yang meninggal dunia kemarin bukan menderita korona melainkan gejala sesak napas biasa," tutupnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement