”Kalau kita merasa enggak nyaman dengan kehadiran warga asing dari luar negeri, sama seperti negara lain yang beberapa kali menolak kehadiran warga Indonesia. Umrah sementara dilarang, mau masuk Australia dilarang,” terangnya.
“Kalau itu harus dilakukan, saya kita akan lebih fokus pada pariwisata domestik. Kita punya sedulur-sedulur (Saudara-sudara) di Indonesia jumlahnya 270 juta (orang), yang mungkin baru sebagian kecil yang kenal Semarang. Dalam kondisi ini, ke depan kami akan sering promo ke provinsi-provinsi lain, kota-kota lain untuk mereka bisa saling bertukar turis domestik supaya saling mengunjungi kota kita masing-masing,” beber dia.
Menurutnya, pelarangan bersandar kapal pesiar akan dilakukan selama penyebaran virus korona masih marak. Apalagi, kapal pesiar yang berasal dan pernah singgah di negara yang terjangkit virus korona.
“Sejauh ini belum ngerti, karena surat (pelarangan) itu baru untuk Viking Sun. Tapi saya rasa dalam waktu dekat ini kita juga akan mengambil kebijakan yang sama. Nanti kalau situasi sudah klir, cair, sudah mereda problem tentang virus korona ini, kita akan kembali promo besar-besaran untuk menggaet turis internasional,” katanya meyakinkan.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.