JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi di dalam maupun luar negeri pada tanggal 7 Maret. Sebut saja wafatnya filsuf Aristoteles hingga insiden pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-200 yang jatuh dan terbakar di Bandara Yogyakarta.
Guna mengingat serta menambah wawasan sejarah, Okezone pun telah merangkum momen penting pada 7 Maret, seperti dikutip dari Wikipedia.org, Sabtu (7/3/2020):
322 SM – Meninggalnya Filsuf Yunani Aritoteles
Aristoteles adalah seorang filsuf asal Yunani. Ia murid dari Plato dan guru dari Alexander Agung. Aristoteles dilaporkan meninggal pada tahun 322 sebelum masehi (SM). Ia wafat dalam usia 61 tahun.
Aristoteles diketahui menulis banyak subjek berbeda, seperti fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi, dan zoologi.
Bersama dengan Socrates dan Plato, Aristoteles dianggap menjadi satu dari tiga filsuf paling berpengaruh di pemikiran Barat.
1876 – Alexander Graham Bell Dapat Hak Paten Telepon
Alexander Graham Bell adalah seorang ilmuwan, penemu, dan pendiri perusahaan telepon Bell. Selain karya dalam teknologi telekomunikasi, ia juga menyumbangkan kemajuan penting di dunia penerbangan dan hidrofoil.
Bell lahir di Edinburgh, Skotlandia, Inggris Raya, pada 3 Maret 1847. Kemudian meninggal di Beinn Bhreagh, Nova Scotia, Kanada, pada 2 Agustus 1922, dalam usia 75 tahun.
Tepat pada 7 Maret 1876, Alexander Graham Bell diberikan hak paten untuk penemuannya yang disebut sebagai telepon.
Bell dikenal sebagai penemu telepon pada 1876 di Amerika Serikat. Namun menurut Kongres AS pada Juni 2002 menetapkan bahwa Antonio Meucci yang menemukan telepon.
1967 – MPRS Cabut Mandat Soekarno
Pada 7 Maret 1967, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara mencabut mandat presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. MPRS adalah cikal bakal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang sempat menjadi lembaga tertinggi negara.
MPRS dibentuk berdasarkan Dekret Presiden 5 Juli 1959 yang dikeluarkan oleh Soekarno.
2007 – Jatuhnya Pesawat Garuda Indonesia
Pada 7 Maret 2007, sekira pukul 07.05 WIB, Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-200 mengalami insiden jatuh dan terbakar ketika mendarat di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Sedikitnya 22 orang meninggal dalam kejadian tersebut.
Beberapa tokoh ada dalam penerbangan itu, yakni mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, kriminolog Adrianus Meliala, dan mantan rektor UGM Yogyakarta Profesor Dr Kusnadi Hardjosumantri (meninggal).
Saksi mata mengatakan kecelakaan dipicu dari runtuhnya landing gear depan saat mendarat hingga memunculkan api. Bodi pesawat terbelah memanjang dari bagian kabin hingga ekor, sementara salah satu sayapnya pecah dan terbelah.
Pesawat tersebut dibuat pada 19 Oktober 1992 dan memiliki 34.112 jam terbang per 31 Oktober 2006. Sebelum dipakai Garuda pada 7 Oktober 2002, pesawat tersebut sudah dipakai oleh sejumlah maskapai penerbangan.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.