Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Virus Korona, 16 Juta Warga Wilayah Utara Italia Dikarantina

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2020 |19:25 WIB
Virus Korona, 16 Juta Warga Wilayah Utara Italia Dikarantina
Ilustrasi penanganan virus korona di Italia (Foto: Okezone.com/Istimewa)
A
A
A

TURIN - Wilayah utara Italia menjadi fokus utama penanganan penyebaran virus korona (COVID-19) di negara tersebut. Terlebih setelah pimpinan wilayah Piedmont, dikabarkan tertular virus penyebab penyakit saluran pernapasan tersebut oleh media setempat pada Minggu (8/3/2020).

Larangan pembatasan kegiatan terkait penyebaran wabah korona di wilayah itu, dikeluarkan oleh Pemerintah Italia pada akhir pekan ini. Warga tidak diperkenankan keluar atau memasuki wilayah terparah penularan virus COVID-19, Lombardy, tanpa izin khusus maupun sertikasi pertanda sehat.

 Wabah korona

Pemerintah setempat juga membatasi aktivitas masyarakat di 14 provinsi dalam empat wilayah. Termasuk warga di kota-kota seperti Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, Rimini, dan Venesia. Hasilnya sebanyak 16 juta orang untuk sementara waktu tertahan di rumah atau kota-kota yang terletak di Lombardy.

Batasan dari larangan ini disebut Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, baru akan berakhir pada 3 April mendatang. Pemerintah akan mengehentikan beragam kegiatan mulai dari pusat kebugaran, kolam renang, museum, dan resor ski untuk menghalangi penularan virus korona.

Kebijakan ini juga berpengarauh kepada kegiatan di Milan, salah satu kota pusat perekonomian. Conte menyebut hal ini sebagai respons terhadap situasi darurat merebaknya wabah korona di Italia, yang sudah mencapai 5.883 kasus positif sampai akhir pekan ini.

"Kita harus berusaha lebih keras, kita harus melakukannya bersama-sama," kata Conte seperti dilansir dari laman BBC. Korban tewas akibat virus korona di Italia telah melwati 230 orang, dengan 50 kematian terakhir terjadi dalam kurun 24 jam pada Sabtu 7 Maret 2020.

 Wabah korona

Aktivitas belajar mengajar di semua sekolah sudah diliburkan sejak Kamis 5 Maret 20020, serta berlaku selama 10 hari ke depan. Penutupan semua sekolah itu dilakukan Menteri Pendidikan dengan dukungan dari Menteri Kesehatan setempat.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement