Ini Daerah Rawan Banjir di Cirebon

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 09 Maret 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 525 2180398 ini-daerah-rawan-banjir-di-cirebon-V9opmlR4n9.jpg Ilustrasi banjir (foto: Shutterstock)

CIREBON - Wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sering dilanda bencana banjir dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Masyarakat pun diminta selalu waspada apabila banjir kembali terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra memaparkan, sebaran bencana banjir yang melanda Kabupaten Cirebon cukup merata. Dalam dua bulan terakhir saja, wilayah Cirebon bagian timur, Cirebon bagian barat, serta daerah Cirebon lainnya terdampak banjir.

Baca Juga: Sering Banjir, 25 Sungai di Kabupaten Cirebon Belum Dinormalisasi 

Banjir di Cirebon/Foto: Fathnur Rohman

Dadang menjelaskan ada beberapa daerah di Kabupaten Cirebon yang rawan terjadi bencana banjir. Yakni, enam kecamatan di Cirebon timur, empat kecamatan di Cirebon barat, dan tiga kecamatan di Cirebon utara. Selain itu, ada juga enam kecamatan di Cirebon selatan yang rawan terjadi bencana longsor.

"Tapi kenyataan tahun sekarang ini bencananya merata. Artinya di wilayah barat bulan kemarin sudah terjadi (banjir), kemudian di bagian tengah juga terjadi banjir, daerah timur juga, dan daerah utara juga," kata Dadang kepada Okezone, Senin (9/3/2020).

Menurut Dadang, penyebab utama mengapa wilayah Kabupaten Cirebon sering dilanda banjir akhir-akhir ini adalah karena cuaca ekstrem. Dikatakannya, berdasarkan laporan cuaca dari BMKG, wilayah Kabupaten Cirebon masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang, hujan sedang, dan lain sebagainya.

Ia melanjutkan, selain karena cuaca ekstrem, salah satu faktor penyebab terjadinya banjir adalah pendangkalan sungai. Dadang mengaku, ada sekitar 25 sungai di Kabupaten Cirebon belum di normalisasi atau dikeruk selama kurun waktu dua tahun terakhir.

"Ini karena cuaca ekstrem. Sudah pasti lah, pendangkalan, sedimentasi, penyempitan itu terjadi. Memang 25 sungai di Kabupaten Cirebon ini, dua tahun ini tidak ada normalisasi," jelas Dadang.

Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn menuturkan, mulai besok Selasa 10 Maret 2020, wilayah Kabupaten Cirebon akan diguyur hujan lebat ataupun hujan sedang. Dirinya menerangkan, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga sepekan ke depan.

Baca Juga: Sungai Ciwaringin Meluap, Desa Gintung Lor Cirebon Terendam Banjir 

Dirinya mengimbau, agar masyarakat di Kabupaten Cirebon selalu waspada dan berhati-hati dengan dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ektrem tersebut, seperti banjir, angin kencang, tanah lonsor, dan sebagainya.

"Potensi cuaca ekstrem seperti hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan petir terutama pada sore-malam hari, diperkirakan mulai besok tanggal 10 hingga sepekan kedepan. Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini