CIREBON - Wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sering dilanda bencana banjir dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Masyarakat pun diminta selalu waspada apabila banjir kembali terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra memaparkan, sebaran bencana banjir yang melanda Kabupaten Cirebon cukup merata. Dalam dua bulan terakhir saja, wilayah Cirebon bagian timur, Cirebon bagian barat, serta daerah Cirebon lainnya terdampak banjir.
Baca Juga: Sering Banjir, 25 Sungai di Kabupaten Cirebon Belum Dinormalisasi
Dadang menjelaskan ada beberapa daerah di Kabupaten Cirebon yang rawan terjadi bencana banjir. Yakni, enam kecamatan di Cirebon timur, empat kecamatan di Cirebon barat, dan tiga kecamatan di Cirebon utara. Selain itu, ada juga enam kecamatan di Cirebon selatan yang rawan terjadi bencana longsor.
"Tapi kenyataan tahun sekarang ini bencananya merata. Artinya di wilayah barat bulan kemarin sudah terjadi (banjir), kemudian di bagian tengah juga terjadi banjir, daerah timur juga, dan daerah utara juga," kata Dadang kepada Okezone, Senin (9/3/2020).
Menurut Dadang, penyebab utama mengapa wilayah Kabupaten Cirebon sering dilanda banjir akhir-akhir ini adalah karena cuaca ekstrem. Dikatakannya, berdasarkan laporan cuaca dari BMKG, wilayah Kabupaten Cirebon masih berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang, hujan sedang, dan lain sebagainya.
Ia melanjutkan, selain karena cuaca ekstrem, salah satu faktor penyebab terjadinya banjir adalah pendangkalan sungai. Dadang mengaku, ada sekitar 25 sungai di Kabupaten Cirebon belum di normalisasi atau dikeruk selama kurun waktu dua tahun terakhir.
"Ini karena cuaca ekstrem. Sudah pasti lah, pendangkalan, sedimentasi, penyempitan itu terjadi. Memang 25 sungai di Kabupaten Cirebon ini, dua tahun ini tidak ada normalisasi," jelas Dadang.