Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPR Minta Kemenkes Bentuk Gugus Tugas Khusus Tangani DBD di NTT

Muhamad Rizky , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2020 |13:32 WIB
 DPR Minta Kemenkes Bentuk Gugus Tugas Khusus Tangani DBD di NTT
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Daulay (foto: Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk gugus tugas khusus, untuk menangani sejumlah penyakit yang kini terjadi di Indonesia.

Menurutnya, ada dua yang harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, yakni soal demam berdarah (DBD) dan covid-19 atau virus korona.

"Menkes harus membentuk gugus tugas khusus terkait masalah yang urgent, termasuk dalam hal ini ada dua isu besar, korona dan DBD," kata Saleh kepada Okezone, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: Korban Meninggal Akibat DBD di Sikka NTT Bertambah Jadi 14 Orang

Saleh mengatakan, pemerintah tidak boleh mengesampingkan persoalan DBD di Nusa Tenggara Timur (NTT), apalagi jumlah warga yang yang terserang penyakit itu kini sudah mencapai 2.826 orang dan 33 diantaranya meninggal dunia.

"Kalau dihitung jumlah kesakitan yang ditimbulkan oleh DBD ini kan lebih besar (dibanding korona), karena itu pemerintah tidak boleh memalingkan wajahnya dari persoalan itu. Jadi pemerintah harus bersungguh-sungguh mengatasi itu," tuturnya.

 Baca juga: 15 Warga Jabar Meninggal Akibat DBD pada Awal Tahun Ini

Karena itu, politikus PAN ini menegaskan, pemerintah pusat harus segera melakukan langkah strategis dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait. Agar pemerintah daerah yang kesulitan dalam menangani kasus DBD bisa dibantu secara cepat oleh pemerintah pusat.

"Jadi ini penting, supaya kebutuhan mendesak yang dibutuhkan daerah untuk mengatasi persoalan ini bisa disiapkan oleh pemerintah pusat," tambahnya.

Diketahui saat ini, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk zona merah sebagai daerah dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Indonesia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan NTT, Erlina R Salmun, kepada Okezone menyampaikan, data terakhir yang dihimpun hingga 8 Maret 2020, sudah ada 33 orang meninggal dan 2.826 warga lainnya terpapar DBD.

Jumlah tersebut, kata dia, menyebar di 22 kabupaten dan kota dalam provinsi berbasis kepulauan itu. Terbanyak ada di Kabupaten Sikka. Di kabupaten yang berada di Pulau Flores itu, jumlah kasus sudah mencapai 1.195 dengan jumlah kematian mencapai 13 orang.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement