nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Kesulitan Cari Jasad Pelajar yang Dibuang Pelaku Begal ke Sungai

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 11 519 2181849 petugas-kesulitan-cari-jasad-pelajar-yang-dibuang-pelaku-begal-ke-sungai-O25oGHv5ac.jpg Petugas gabungan saat mencari jasad Puteri Dewi (foto: ist)

SIDOARJO - Petugas gabungan terus mencari jasad Putri Dewi Atika (18), pelajar cantik asal Desa Wadungasih, Kabupaten Sidoarjo yang menjadi korban pembegalan di kawasan Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Komandan Tim Basarnas Surabaya, Roby Rega mengakui kesulitan dalam pencarian di hari kedua ini lantaran tenggang waktu kejadian yang telah lama.

"Kami akui kesulitan melakukan pencarian karena antara kejadian dan proses pencarian terlalu lama. Sudah 40 hari," ungkap Roby kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).

 Baca juga: Pelajar Cantik Asal Sidoarjo Jadi Korban Begal, Jasadnya Diduga Dibuang ke Sungai

Roby menambahkan, sesuai informasi dari pihak kepolisian yang melakukan interograsi terhadap pelaku, ia mengaku memasukkan korbannya ke karung sak berwarna putih.

"Informasinya korban dimasukkan ke karung sak warna putih dan diikat dengan tali rafia berwarna biru," sambungnya.

Pihaknya sendiri mengerahkan dua perahu karet guna menelusuri aliran sungai di sepanjang Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Namun hingga hari kedua pencarian pada Selasa sore, belum ada tanda - tanda ditemukannya korban.

"Kami menelusuri aliran sungai di sini dengan dua perahu karet. Masa pencarian korban selama tujuh hari namun apabila ada penemuan bukti baru mengarah ke korban akan dilakukan pencarian lagi," jelasnya.

Sebelumnya, Polresta Sidoarjo menangkap seorang pelaku begal yang terindikasi merampok dan membunuh Putri Dewi Atika (18), yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak Kamis malam 30 Januari 2020. Kedua orang tua Putri melaporkan kejadian tersebut kepada Polresta Sidoarjo pada Jumat paginya 31 Januari 2020.

Saat kejadian sendiri pelajar SMK Plus NU ini akan kembali ke rumah dengan mengendarai Honda Scoopy dengan Nopol W 3792 PV dan membawa sebuah handphone merk Vivo. Dari sanalah kepolisian bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku begal.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini