“Mereka dapat melanjutkan perjalanan mereka segera setelah menjalani tes. Menunggu hasil, yang mungkin memakan waktu antara tiga hingga enam jam, para pelancong disarankan untuk meminimalkan kontak dengan orang lain sebagai tindakan pencegahan.”
“Individu akan dihubungi pada hasil tes swab mereka dan orang-orang dengan hasil tes positif akan dikirim ke rumah sakit dengan ambulans khusus,” isi pernyataan Kedubes Singapura.
Ketidakbenaran informasi mengenai tes air liur juga dikonfirmasi Kedutaan Besar Indonesia di Singapura.
“Kebenaran berita yang beredar bahwa Pemerintah Singapura memberlakukan pemeriksaan air liur atau saliva bagi seluruh penumpang pesawat terbang yang mendarat di Bandara Changi Singapura. Perlu kami informasikan bahwa kabar tersebut adalah tidak benar alias hoaks,” tulis KBRI Singapura.