Share

Imbas Korona, Kunjungan Wisatawan Candi di Jateng & DIY Turun 40 Persen

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 13 Maret 2020 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 512 2183088 imbas-korona-kunjungan-wisatawan-candi-di-jateng-diy-turun-40-persen-FDhejXzeoG.JPG Candi Prambanan (Foto: Okezone.com)

SLEMAN - Merebaknya virus korona (Covid-19) berdampak terhadap kunjungan wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata candi yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko, mencatat penurunan mencapai 40,8 persen, yang didominasi wisatawan mancanegara.

Kini pengelola membidik wisatawan domestik untuk menarik kunjungan wisata. Penurunan kunjungan ini sudah mulai dirasakan sejak bulan Januari lalu. Memasuki bulan Februari dan Maret kondisinya semakin parah, seiring masifnya penyebaran korona. Secara keseluruhan penurunan ini mencapai 40,8 persen, 70 persen di antaranya merupakan turis dari mancanegara.

"Banyak negara melakukan lockdown, terakhir Filipina juga akan menerapkan," terang Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Belum lama ini, kata Edi ada beberapa kapal pesiar yang urung berlabuh di Indonesia. Menyusul adanya virus yang semakin massif. Padahal salah satu destinasi yang menjadi tujuan wisatawan adalah Candi Prambanan atau Candi Borobudur.

Pengelola, kata dia, sudah menempatkan antiseptik di kawasan candi. Setiap pengunjung juga dilakukan pengecekan kesehatannya. Jika diindikasi ada gangguan kesehatan terhadap wisatawan, akan ditangani tim kesehatan di klinik yang ada di dalam candi.

"Setiap pengunjung akan diperiksa sesuai prosedur, jika ada yang diindikasi akan dirujuk ke klinik," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC, Hetty Herawati mengatakan dampak korona telah menyebabkan kunjungan menurun drastis. Pada Februari 2019, jumlah kunjungan mencapai 16,6 ribu orang. Namun pada Februari 2020, tinggal 11 ribuan.

"Kita garap pasar domestik, karena pasar mancanegara susah," ucap Hetty.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini