Depresi Usai Kehilangan Ibu, Pemuda Ini Terjerat Narkoba hingga Alami Gangguan Jiwa

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 519 2182821 depresi-usai-kehilangan-ibu-pemuda-ini-terjerat-narkoba-hingga-alami-gangguan-jiwa-0v8AEFijWC.jpg Ilustrasi

SURABAYA - Pria remaja 22 tahun bernama Aziz warga Dusun Dia'an, Desa Temoran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan penyalahgunaan narkoba.

Paman remaja tersebut, Moh Awi (45) menceritakan, saat Aziz berusia empat tahun kekurangan kasih sayang orang tua pasca ibunya meninggal dunia. Sedangkan ayahnya warga Kabupaten Bangkalan menikah lagi.

Serta keberadaannya tidak diketahui entah tinggal di mana sampai sekarang. Menginjak usia 14 tahun, Aziz diajak sanak keluarganya untuk bekerja sebagai kuli angkut jagal daging di Sidoarjo, Jawa Timur.

Selama bekerja, ekonomi Aziz sempat membaik dan terbukti dapat membeli sepeda motor dengan sistem kredit di wilayah Sidoarjo. Sayangnya, ia salah memilih pergaulan dengan teman sebaya dan masyarakat, sehingga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sampai usia 21 tahun.

"Mengetahui perilaku Aziz karena salah pergaulan, akhirnya keluarga sepakat untuk dipulangkan ke kampung halaman pada hari raya idul fitri 2019 kemarin," ujar Awi, Jumat (13/3/2020).

Hampir setahun, Aziz mengalami perubahan sikap dan mental, seperti melamun, tertawa sendirian, dan menyindir. Bahkan dua bulan lalu, ia mengamuk dengan memecahkan kaca salah satu masjid, mengahancurkan meteran listrik, serta meresahkan warga.

"Motornya sendiri dibakar karena tidak dikasih ketika minta narkoba. Khawatir membahayakan dan sering mengganggu warga, kami sepakat melakukan pemborgolan dua kaki Aziz," katanya.

Remaja yang diduga kecanduan narkoba sampai mengalami gangguan jiwa tidak dapat berobat, lantaran kondisi ekonomi mulai melemah. "Aziz tidak bisa berobat karena faktor ekonomi yang tidak mendukung," imbuh Awi.

Kondisi kejiwaan Aziz sedang dalam penanganan petugas yang dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Omben dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sampang. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa, Menur Surabaya.

"Pasien dikerangkeng sejak empat bulan terakhir dan sempat membaik. Namun setelah kami terima laporan dan melihat langsung di lapangan, dia pernah merusak barang berupa meteran listrik dan menjambak rambut bibinya," ungkap Kepala Puskesmas Omben, dr. Lilik Suryani.

Sebelum pasien dibawa ke Menur Surabaya, pihaknya mengaku jika empat kali melakukan pendampingan guna melihat perkembangan kejiwaan Aziz dalam kondisi dikerangkeng dengan rantai oleh sanak familinya.

"Pasien sudah kami lakukan konsultasi dan dibawa ke Menur Surabaya, supaya mendapatkan penanganan khusus sambil menerima laporan bagaimana perkembangan kejiwaan Aziz ke depan," pungkas Lilik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini