Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasien Korona yang Meninggal di Solo Sempat Hadiri Seminar di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2020 |20:50 WIB
Pasien Korona yang Meninggal di Solo Sempat Hadiri Seminar di Bogor
Ilustrasi (Foto : WebMD)
A
A
A

BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor akan menelusuri informasi pasien positif virus korona (Covid-19) yang meninggal dunia di RS Moewardi, Solo, mempunyai riwayat menghadiri seminar di Bogor.

Plt Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, pihaknya tengah berkordinasi dengan RS Moewardi Solo dan Dinkes Solo terkait informasi tersebut.

"Terkait itu, kami sudah baca di media juga. Jadi ada satu pasien yang katanya terkonfirmasi positif di RS Moewardi Solo yang sebelumnya ada riwayat seminar di Bogor. Kita sedang coba hubungi RS tersebut dan Dinkes di sana," kata Sri, Jumat (13/3/2020).

Sejauh ini, pihaknya masih kesulitan mendapatkan identitas dan data pasien tersebut, termasuk kebenaran terkait riwayat perjalanannya di Bogor.

"Karena ada yang sifatnya confidential, terkait membuka status data identitas pasien itu kita agak kesulitan. Untuk membuka data pasien itu memang sulit. Kenapa sampai sekarang kita belum mengonfirmasi apakah ini betul? Kita ingin tahu apakah penderita ini sebelumnya ada riwayat di Bogor? Ataukah dia warga Bogor? Ataukah dia pernah berkegiatan di mana saja di Kota Bogor?" ucapnya.

ilustrasi (Dok Okezone)

Oleh karena itu, Sri masih menelusuri terkait informasi tersebut dengan berkordinasi pihak RS Moewardi Solo tempat pasien meninggal dunia.

"Itu yang kita masih telusur sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang pasti. Ini menyangkut confidential dari pasien. Di dalam kode etik dan sumpah jabatan di kedokteran memang tidak boleh membuka identitas pasien apalagi diagnosis. Kita terus komunikasi dengan RS di sana," tuturnya.

Nantinya, lanjut Sri, jika sudah dapat informasinya, Dinkes Kota Bogor segera menelusuri terkait lokasi kegiatan yang dihadiri pasien positif korona itu termasuk pesertanya dan lainnya.


Baca Juga : Pemerintah Sebut Tes Korona Juga Bisa Dilakukan di Unair hingga Eijkman

"Ketika kita dapat informasi pasti, pasti bisa ditelusuri. Kapan, siapa saja yang terlibat dalam seminar itu, baru bisa kita tracing. Kalau sampai sini belum bisa menginformasikan itu," tutur Sri.


Baca Juga : Gugus Tugas Korona Sudah Ada, Jokowi Minta Masyarakat Tidak Stres

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement