Bayi Dianiaya Ibu Kandung hingga Tengkorak Kepalanya Cedera Parah

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 608 2183036 bayi-dianiaya-ibu-kandung-hingga-tengkorak-kepalanya-cedera-parah-dyBrjzbiQy.jpg Bayi dianiaya ibu kandung di Tapanuli Selatan (Foto : Okezone.com Wahyudi)

TAPSEL - Seorang bayi berusia 4 bulan berinisial RS, dianiaya ibu kandungnya sendiri berinial PS (27), warga Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Akibat penganiayaan itu, tengkorak kepala sang bayi alami cedera parah.

Tidak diketahui kapan tepatnya penganiayan itu terjadi. Namun polisi baru mendapatkan laporan terkait penganiayaan tersebut pada Kamis 12 Maret 2020.

"Ada laporan warga yang menyebutkan seorang bayi dianiaya ibu kandungnya. Setelah diperiksa oleh personel Bhabinkamtibmas kita, ternyata benar. Bayi itu dipukul ibunya dengan tangan di bagian kepala, hingga dahinya ke dalam," sebut Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini Adib, Jumat (13/3/2020).

Setelah mendapat laporan tersebut, sebut Kapolres, ia langsung memerintahkan Kapolsek Batang Angkola dan Bhayangkari untuk menyelamatkan sang bayi. Bayi itu pun dijemput dan dibawa ke Puskesmas Sayurmatinggi lalu kemudian dirujuk ke RSU Sipirok.

"Keluarga korban tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS. Maka dari itu untuk sementara semua biaya perawatan bayi tersebut di tanggung Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Tapsel Dewi Irwa. Saat ini kita sedang mengurus Jaminan Kesehatan BPJS untuk korban," tukasnya.

"Sementara untuk tersangka yang merupakan ibu kandung korban, kita periksa dulu kejiwaannya," tambahnya.

Baca Juga : Kasus DBD di NTT Capai 3.284 dengan Total 39 Kematian

Untuk kasus penganiayaannya sendiri, lanjut Kapolres, dilatarbelakangi kekesalan pelaku terhadap suaminya MS (63). Sang suami diakui pelaku sering menganiaya anak pelaku dari perkawinan pertamanya. Anak tersebut kini duduk di kelas 2 sekolah dasar.

"Pelaku ini sudah dua kali menikah. Di pernikahan pertama dia punya anak yang sekarang sudah kelas dua SD. Kalau dari suaminya sekarang, korban memiliki 3 orang anak, termasuk korban RS. Jadi pelaku diduga menganiaya korban sebagai bentuk kekesalan pada suaminya yang kerap menganiaya anak dari suami pertamanya," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini