6 Pendakwah WN Malaysia Masuk Pengawasan saat Tiba di Kota Sorong

Chanry Andrew S, iNews.id · Sabtu 14 Maret 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 340 2183319 6-pendakwah-wn-malaysia-masuk-pengawasan-saat-tiba-di-kota-sorong-2GkmicInCG.jpg Sejumlah pendakwah asal Malaysia saat sedang diperiksa petugas (foto: Chanry Andrew/iNewsTV)

SORONG - Enam orang pria Warga Negara Malaysia yang berprofesi sebagai pendakwah diperiksa secara intensif, oleh petugas karantina kesehatan Bandara DEO Sorong dan masuk dalam pemantauan dan pengawasan Dinas Kesehatan Kota Sorong, Papua Barat.

Setelah ke-enam pria tersebut tiba di kota Sorong, mereka juga diperiksa saat berada di Masjid Darussalam Kota Sorong, Sabtu (14/3/2020).

Informasi yang dihimpun, enam pria Malaysia ini tiba di kota Sorong, pada Jumat 13 Maret 2020 dari Malaysia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Mereka baru saja mengikuti pertemuan pendakwah di Malaysia.

"Mereka diinformasikan baru saja mengikuti pertemuan dakwah se-Asia Tenggara di Malaysia, lalu mereka menuju kota Sorong. Sebelumnya ada beberapa pendakwah dari Philipina yang pulang dari Malaysia ke negara asal mereka, dan positif terjangkit korona," ungkap sumber Okezone yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui di Masjid Darussalam, Kota Sorong, Sabtu (14/3/2020).

Dari pantauan di Masjid Darussalam, terlihat sejumlah petugas kesehatan dari kantor Karantina kota Sorong, melakukan pemeriksaan terhadap keamanan pria tersebut.

Direncanakan keenam pria WNA Malaysia tersebut akan dipindahkan ke salah satu rumah sakit di kota Sorong untuk di isolasi. Hingga berita ini diturunkan pihak pemerintah kota Sorong belum dapat dimintai keterangan.

Dokter Farida, dari Kantor kesehatan dan karantina kota Sorong mengatakan, bahwa keenam pria WNA Malaysia ini masuk dalam kondisi orang dalam pantauan, karena riwayat perjalanan dari daerah yang berisiko korona.

"Karena mereka ini masuk dalam kategori orang dalam pantauan. Orang dalam pantauan artinya, karena mereka ada faktor resiko. Resikonya adalah pertama, riwayat perjalanan dari Malaysia. Jadi kita mengharapkan selama 14 hari ini kita pantau masa inkubasinya, semoga tidak ada gejala-gejala selama 14 hari kedepannya," kata Dokter Farida.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini