Sekolah Ikuti Kebijakan Siswa Diliburkan Dampak Kota Solo KLB Virus Korona

Agregasi Solopos, · Sabtu 14 Maret 2020 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 512 2183210 sekolah-ikuti-kebijakan-siswa-diliburkan-dampak-kota-solo-klb-virus-korona-1dhe3m2Sf7.jpg Ilustrasi siswa belajar di sekolah. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

SOLO – Pemerintah Kota Solo baru saja menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus korona atau Covid-19. Salah satu dampaknya adalah meliburkan siswa di semua tingkatan sekolah dari kegiatan belajar-mengajar.

Terkait hal itu Kepala SMPN 1 Kota Solo, Sutarmo, mengatakan pihaknya mengikuti kebijakan Pemkot. Paslnya langkah tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19.

"Kami tetap mengikuti petunjuk pimpinan. Keselamatan jiwa orang yang lebih diutamakan," katanya saat dikonfirmasi, Jumat 13 Maret 2020, dikutip dari Solopos.

Sutarmo yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Solo mengatakan kegiatan belajar-mengajar diupayakan tetap bergulir selama dua pekan sekolah diliburkan. Namun, prosesnya dilakukan tanpa bertatap muka langsung.

Selain meliburkan sekolah, Solo KLB virus korona juga menjadikan sejumlah agenda kegiatan ditunda. Di antaranya Solo Culinary Festival, Solo 24 Jam Menari, Pocari Run, Musrenbang, pertunjukan wayang orang tiap Sabtu, car free day, hingga lomba kelurahan.

"Mau dikatakan Solo lockdown boleh kalau saya melakukan juga salah, tidak juga saya salah. Mending saya disalahkan orang waras daripada disalahkan orang sakit. Orang waras menyalahkan dengan adanya lockdown dan sebagainya apa istilahnya akan berkurang pendapatannya. Mending dicibir oleh mereka yang waras daripada dicibir oleh mereka-mereka yang sakit korona," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini