515 Kasus DBD Terjadi di Kabupaten Malang, 4 Orang Meninggal

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 14 Maret 2020 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 519 2183240 515-kasus-dbd-terjadi-di-kabupaten-malang-4-orang-meninggal-nak17FqCuX.jpg Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue. (Foto: Shutterstock)

MALANG – Sebanyak 515 orang di Kabupaten Malang terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Angka itu berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang sejak awal tahun ini hingga menjelang pertengahan Maret 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan angka penderita DBD sebanyak 515 kasus tersebut terdiri dari 167 kasus pada Januari, 268 kasus pada Februari, dan 80 kasus sejak awal hingga 13 Maret.

"Angka kasus kematian DBD sampai saat ini 4 orang. Januari itu 1, Februari 2, Maret 1," ungkap Arbani Mukti saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (14/3/2020).

Ia mengatakan ada tiga kecamatan yang ditetapkan sebagai daerah endemik DBD, yakni Turen, Sumbermanjing Wetan, dan Poncokusumo.

Guna mencegah penyebaran DBD di masing-masing kecamatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah membekalinya dengan mesin fogging dan cara pencegahannya.

"Fogging itu adalah pengobatan wilayah yang endemik demam berdarah. Yang lebih penting itu adalah pemberantasan sarang nyamuk dan pola hidup bersih dan sehat. Jadi kalau kondisi sarang nyamuk tidak ada, harapannya tidak ada nyamuk yang bisa menyebarkan demam berdarah," jelasnya.

Meski memakan 4 korban jiwa, pihak Dinkes Kabupaten Malang menyatakan masih tergolong aman dengan case fatality rate (CFR) di angka 0,78 persen atau masih berada di bawah 1 persen.

"CFR kita sampai dengan sampai saat ini 0,78 persen. Targetnya tetap harus di bawah 1 persen. Masih di tahap aman. Namun tetap kita harus waspada, jangan sampai terjadi lonjakan kasus," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini