JAKARTA - Di tengah merebaknya penyebaran virus korona (Covid-19) di Tanah Air, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tengah mewabah di sebagian wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay berharap pemerintah bisa tetap waspada terkait DBD.
"Jadi sebenarnya ada atau tidak ada virus korona memang tugas negara ini harus tetap ada. Faktanya, siklusnya ada. Kalau tidak salah lima tahun itu jumlahnya (kasus DBD) banyak," kata Saleh Partaonan Daulay kepada Okezone, Senin (16/3/2020).
Saleh menuturkan, seharusnya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melakukan migitasi menghadapi kasus DBD yang sudah masuk ke dalam Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Seharusnya dari awal ada persiapan yang dibutuhkan terkait pemanganan DBD, daerah yang rawan DBD haru diberi perhatian spesial. Karena jika diperhatiakan secara khusus saya khawatir pemda tidak bisa tangani. Karena tidak sedikit di daerah tidak milki alat khusus," kata Saleh.

Baca Juga: 1.231 Pasien DBD di Sikka Dinyatakan Sembuh
Sebagai diketahui, Sebanyak 6.639 kasus demam berdarah dengue (DBD) muncul di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Februari hingga Maret ini, dengan mayoritas penderita berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT, 32 penderita DBD meninggal dunia, 13 di antaranya berada di Kabupaten Sikka.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.