Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketua DPRD DKI Sesalkan Adanya Penumpukan Penumpang di Halte Transportasi Umum

Fadel Prayoga , Jurnalis-Senin, 16 Maret 2020 |12:12 WIB
 Ketua DPRD DKI Sesalkan Adanya Penumpukan Penumpang di Halte Transportasi Umum
Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi (foto: Okezone.com/Fadel)
A
A
A

JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyesalkan terjadinya penumpukan penumpang di Halte Transjakarta dan Stasiun MRT pada pagi tadi. Hal itu terjadi karena adanya kebijakan pengurangan armada angkutan massal tersebut.

Seperti diketahui, kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di area transportasi umum.

Ia menilai, seharusnya pemangkasan jam operasional MRT, LRT, dan Transjakarta, dibarengi dengan penambahan sejumlah personel di setiap halte atau stasiun. Apabila tidak dikoordinasikan maka akan menimbulkan sejumlah efek. Misalnya terjadinya penumpukan penumpang pada jam-jam tertentu.

"Ini kebijakan sebenarnya justru memicu penumpukan. Karena itu harus dan wajib petugas-petugas di sana turun langsung untuk mengurai terjadinya penumpukan yang terjadi," kata Pras di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Penumpang MRT Antre Panjang Dampak Pembatasan Transportasi

Tak hanya itu, lanjut dia, misalnya muncul spekulasi-spekulasi yang akan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat yang merugikan aspek sosial dan ekonomi.

"Betul bahwa masyarakat tidak perlu panik. Oleh karena itu tugasnya pemerintah bekerja, untuk memastikan tidak adanya kepanikan," ujarnya.

Sebelumnya, antrean penumpang MRT di DKI Jakarta pada pagi ini, Senin (16/3/2020), dilaporkan membeludak dampak pembatasan layanan transportasi umum. Langkah pembatasan tersebut merupakan dampak penanggulangan Covid-19.

Baca juga: Viral Antrean Penumpang Transjakarta Mengular hingga ke Luar Halte

Dilaporkan, panjangnya antrean penumpang MRT seperti terjadi di Stasiun Lebak Bulus. Di sana tampak antrean penumpang membeludak hingga mengular ke tepian jalan raya.

Hal ini sontak menjadi perhatian para penumpang tersebut. Banyak di antara mereka mengeluhkan keadaan itu melalui media sosial hingga menjadi viral.

"Pagi Pak @aniesbaswedan, situasi di luar halte MRT Lebak Bulus begini nih akibat kebijakan operasional sementara MRT Jakarta. Satu penumpang tiap keberangkatan lif, dan eskalator ditutup. Social distancing inside the station and train sih Pak, but not outside of it. Demikian Pak," tulis akun Twitter @antybazar.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement