Sumber Daya Minim dan Konflik, Persulit Penanganan Corona di Palestina

Medikantyo, Okezone · Selasa 17 Maret 2020 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 18 2184526 sumber-daya-minim-dan-konflik-persulit-penanganan-corona-di-palestina-8Qj1P9Otqt.jpg Ilustrasi penanganan kasus korona di Palestina (Foto: Okezone.com/Twitter)

RAMALLAH - Keterbatasan sumber daya serta lemahnya sistem kesehatan menjadi kendala besar bagi otoritas Palestina dalam menanggulangi penyebaran virus corona (COVID-19). Data Senin 16 Maret 2020, Pemerintah Palestina mengumumkan sebanyak 39 kasus pasien terjangkit virus penyebab infeksi saluran pernapasan itu.

Mayoritas dari temuan itu, sebanyak 37 orang, terkait rombongan turis asal Yunani saat berkunjung ke Bethlehem pada awal Maret 2020. Sebanyak 51orang anggota rombongan tersebut dikonfirmasi positif tertular COVID-19, sebuah informasi yang lantas dibagikan Pemerintah Yunani kepada otoritas Palestina.

Usaha penelusuran warga yang melakukan kontak dengan rombongan asal Yunani itu, akhirnya menghasilkan temuan mayoritas penyebaran virus corona di Palestina. Pasien kasus lain diketahui sebagai seorang pelajar yang baru pulang dari Polandia, satu kasus lainnya disebut tertular dari atasannya yakni seorang pengusaha di Israel.

Pembatasan akses menuju kota Betlehem dilakukan Pemerintah Palestina menghadapi perkembangan terbaru temuan kasus penularan virus COVID-19 itu.

Sebuah laman resmi dari otoritas setempat juga sudah dibuat berisi data mengenai perkembangan kasus setiap pasien, detail informasi pribadi, serta lokasi asal korban.

"Kami menggelar dua konferensi pers setiap hari untuk mengabarkan pihak media maupun menyediakan informasi akurat terkait situasi terbaru penyebaran wabah kepada publik," kata juru bicara Pemerintah Palestina, Ibrahim Melhim, seperti dilansir dari laman Al Jazeera.

Keseluruhan pasien dirawat dalam sebuah hotel setempat mengingat keterbatasan fasilitas rumah sakit untuk menangani adanya kasus virus COVID-19 saat ini. Palestina mendapat sumbangan total USD15,5 juta (sekira Rp233 miliar) melalui dana darurat dari negara arab lain seperti Qatar dan Kuwait.

Selain menghadapi penyebaran virus dari dalam daerah sendiri, otoritas Palestina melihat risiko adanya kasus penularan dari wilayah lain, termasuk Israel. Terdapat sekitar 400 ribu warga melakukan perjalanan komuter menuju wilayah Israel dari kawasan Tepi Barat setiap hari untuk bekerja maupun aktivitas lain.

Israel sendiri sudah mengonfirmasi 277 kasus positif tertular virus COVID-19, berdasarkan pengumuman pada Senin kemarin. Melhim juga menyebut potensi serangan dari okupansi militer Israel menambah rumit penanganan pandemi COVID-19 di wilayah tersebut.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini