Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Begini Penerapan Lockdown di Sejumlah Negara Dunia

Medikantyo , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2020 |16:59 WIB
Begini Penerapan Lockdown di Sejumlah Negara Dunia
Ilustrasi situasi lockdown di Spanyol (Foto: Okezone.com/Twitter)
A
A
A

JAKARTA - Langkah penutupan seluruh pintu masuk serta melarang aktivitas warga sepenuhnya (lockdown), menjadi pilihan sejumlah negara untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Eskalasi situasi menjangkitnya virus corona, sudah berada di tingkat membahayakan bagi sejumlah negara usai WHO menyatakan statusnya sebagai pandemik.

Kegiatan warga menjadi sangat terbatas bahkan tidak diperbolehkan meninggalkan rumah, selama kebijakan lockdown diterapkan. Bahkan jika melakukan kegiatan tanpa izin dari pemerintahan setempat, warga bisa dikenai denda maupun hukuman pidana. Langkah keras ini dilakukan demi mencegah kerugian yang lebih luas.

Pelajaran terkait pentingnya lockdown itu diambil dari kasus penyebaran luas wabah virus corona di China lalu. Usai perkembangan terbaru menunjukkan benua Eropa menjadi kawasan berikut dari pusat penyebaran virus COVID-19, makin banyak negara memutuskan untuk turut menerapkan lockdown.

Italia

Perdana Menteri Giuseppe Conte memberlakukan keputusan lockdown secara nasional sejak pekan lalu. Keputusan itu terbilang tepat, usai lonjakan drastis kasus positif tertular korona membuat Italia menjadi negara kedua dengan temuan kasus kedua terbanyak setelah China, 27.980 kasus, hingga Selasa (17/3/2020).

Dampak keputusan penghentian seluruh kegiatan di Italia, berpengaruh kepada kondisi sekitar 60 juta warga negara tersebut. Penduduk setempat hanya diperkenankan meninggalkan rumah untuk keperluan mendesak serta harus memperoleh dokumen izin tertulis dari pemerintah setempat.

Denda bagi warga yang melanggar larangan bepergian secara ketat sampai 3 April 2020 ini mencapai 206 Euro atau sekitar Rp3,4 juta. Sebagai ganti jika tidak mampu membayar denda tersebut, warga yang tertangkap berada di luar rumah tanpa izin maupun alasan kuat bisa dipenjara selama tiga bulan.

 Corona di Italia

Spanyol

Pertambahan kasus luar biasa dalam kurun waktu sepekan di Spanyol, juga membuat pemerintah negara terebut ikut menerapkan lockdown. Saat ini sebanyak 9.942 kasus positif tertular virus corona ditemukan, berselisih jauh dari 582 kasus yang dikonfirmasi oleh otoritas setempat lebih dari sepekan lalu.

Toko bahan makanan, apotek, serta stasiun pengisian bahan bakar menjadi tiga jenis usaha, yang mendapat pengecualian untuk tetap beroperasi setelah perintah lockdown diterbitkan pada akhir pekan lalu. Petugas kepolisian diketahui melakukan patroli sambil mengeluarkan anjuran, untuk tetap berada di rumah melalui megafon.

Wabah virus corona sendiri sudah berpengaruh kepada kondisi kesehatan di lingkar pemerintahan Spanyol. Dua orang menteri dalam kabinet pemerintahan saat ini diketahui positif tertular virus corona, begitu juga dengan istri Perdana Menteri Pedro Sanchez. Dalam pernyataan terbuka, Sanchez menyebut negaranya memasuki masa sulit selama beberapa pekan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement