nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Corona, Gubernur Kalbar Ancam "Kandangkan" Bus Lintas Negara yang Nekat Beroperasi

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 09:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 17 340 2184459 antisipasi-corona-gubernur-kalbar-ancam-kandangkan-bus-lintas-negara-yang-nekat-beroperasi-kubUaBTZ3n.JPG Gubernur Kalbar, Sutarmidji (Foto: Instagram/@bang.midji)

PONTIANAK - Seluruh perjalanan warga Kalimantan Barat (Kalbar) ke luar negeri mulai diperketat setelah adanya warga Kota Pontianak yang terinfeksi virus corona, sepulang dari Malaysia.

Upaya pencegahan penyebaran virus corona yang sudah dilakukan yakni menjaga ketat pintu-pintu perbatasan baik di darat, laut dan udara. Agar tak lagi sembarangan warga Indonesia ke luar, atau warga luar negeri masuk ke Indonesia.

Penerbangan tujuan luar negeri dari Bandara Supadio Internasional Pontianak tujuan Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia maupun sebaliknya sudah diusulkan dihentikan untuk sementara waktu.

Namun, upaya pencegahan tersebut dirasa sia-sia manakala perlintasan darat aksesnya masih dibuka. Seperti yang dilakukan pemilik bus trayek Pontianak-Kuching dan Pontianak-Brunei.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji mengancam akan 'mengandangkan' bus trayek Pontianak-Kuching dan Pontianak-Brunei yang masih nekat beroperasi.

Pria yang akrab disapa Bang Midji ini meminta setiap angkutan darat lintas negara untuk berhenti beroperasi sementara waktu. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Kalbar.

“Saya sudah minta Damri dan jenis angkutan umum (lain) untuk tidak ke Brunei dan Kuching. Kalau berani berangkat, sopir dan kernet di karantina 28 hari dan busnya dikandangkan,” tulis Midji di akun instagram-nya @BangMidji, Senin 16 Maret 2020.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto Saidi menerangkan, bahwa pihaknya sudah membuat surat pemberitahuan penghentian sementara operasional bus angkutan Antar Lintas Batas Negara (ALBN) bernomor 551.21/186/DISHUB-E.1 tertanggal 16 Maret 2020. Surat itu ditujukan pada para operator bus ALBN.

“Kami sudah memang meminta penghentian sementara ALBN trayek Pontianak-Kuching dan Pontianak-Sarawak-Brunei Darussalam. Ini berlaku untuk trayek pulang pergi. Ada 11 daftar operator yang tercantum," ucap Manto.

Saat ini penyebaran virus corona di Malaysia menunjukkan peningkatan. Di Kalbar pun, sudah satu kasus positif ditemukan. "Kebijakan ini sebagai antisipasi penyebaran corona,” ucapnya.

Sejatinya, kewenangan mengatur lalu lintas antarnegara memang ada di pemerintah pusat. Namun dia berharap kerja sama Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIV Kalbar yang berada di Entikong, Kabuoaten Sanggau untuk tidak memberikan izin melintas bagi ALBN.

Penghentian sementara trayek itu, kata Manto, mulai berlaku 17 Maret 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Namun, bus-bus yang masih berada di luar negeri seperti Malaysia dan Brunei diberi kesempatan waktu untuk pulang ke Kalbar. Demikian juga sebaliknya untuk operator bus asing yang berada di Kalbar dipersilakan kembali ke negaranya masing-masing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini