Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Finlandia Pertanyakan Metode Tes Massal Corona Anjuran WHO

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2020 |19:51 WIB
Finlandia Pertanyakan Metode Tes Massal Corona Anjuran WHO
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto/WHO)
A
A
A

HELSINKI - Otoritas Kesehatan Nasional di Finlandia mempertanyakan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan negara-negara melakukan uji virus corona atau Covid-19 secara massal.

Finlandia membatasi pengujian Covid-19, dan hanya menyediakan fasilitas itu ke kelompok yang dinilai rentan dan petugas kesehatan.

Otoritas Kesehatan Nasional mengatakan pengujian yang dilakukan ke pasien dengan gejala ringan membuat persediaan alat tes Covid-19 habis sia-sia.

"Kami tidak dapat memahami anjuran WHO yang mendorong negara-negara melakukan banyak pemeriksaan. Kita tidak dapat membasmi penyakit ini. Jika seseorang mengklaim pernyataan itu, mereka tidak mengerti arti pandemi," kata kepala bidang kesehatan Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Finlandia, Mika Salminen kepada harian Helsingin Sanomat mengutip Reuters, Jumat (20/3/2/2020).

Foto/Okezone

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan kepada negara-negara untuk melakukan pengujian dan pelacakan pasien secara massal. Hal itu merupakan strategi yang harus diterapkan tiap negara demi saat menanggulangi penyebaran Covid-19.

Kemampuan Finlandia mengetahui penyebaran virus pun kian berkurang setelah negara itu membatasi pengujian Covid-19 pada minggu lalu. Otoritas terkait mengatakan pihaknya memiliki kapasitas terbatas memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi.

Pada Kamis 19 Maret, hanya sekitar 3.000 orang yang dapat menjalani pemeriksaan Covid-19 di Finlandia. Dari hasil pemeriksaan itu, pemerintah menemukan "sekitar 400 kasus" positif, kata otoritas kesehatan setempat, seraya menambahkan jumlah riil pasien positif kemungkinan 20 sampai 30 kali lebih tinggi dari angka yang ditemukan.

Salminen mengatakan Finlandia dapat memeriksa sekitar 1.500 pasien per hari, tetapi negara itu memilih tidak menggunakan seluruh alat tes yang tersedia.

"Kami tidak akan melakukan pengujian ke banyak orang, tetapi hanya ke mereka yang membutuhkan," kata Salminen, menambahkan pengujian Covid-19 bukan bagian dari pengobatan.

"Mereka yang sakit dan dapat merawat diri di rumah tidak akan mendapat manfaat dari adanya pemeriksaan ini," ujar dia.

Pemerintah Finlandia akan mengalokasikan lebih banyak dana untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan Covid-19.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement