Cara jemput bola dalam penyaluran Program Sembako juga dilakukan di tempat lain. Di antaranya, Kabupaten Lebak (Provinsi Banten), Kabupaten Alor (Provinsi Nusa Tenggara Timur), dan Kota Denpasar (Provinsi Bali), dan Kabupaten Sumba Barat.
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama mengatakan pola jemput bola dilakukan di daerah terpencil. “Di daerah-daerah itu saat ini terjadi banjir. Untuk itu para korteks harus menggunakan perahu guna menyalurkan bantuan tersebut,” kata Asep.
Ia menambahkan dengan pola ini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan sembako berupa beras, telur, ayam dan bahan sembako lainnya yang telah dibelanjakan terlebih dahulu oleh korteks dengan persetujuan KPM.
“Mereka (KPM) sudah mendapatkan sembako yang dibutuhkan tidak lagi berupa uang. Tentu ini dengan persetujuan KPM yang bersangkutan setelah korteks berkomunikasi dengan mereka,” kata Asep.
Tembus Kendala Geografis
Gerakan jemput bola menyalurkan bantuan Program Sembako yang dilakukan petugas, tak selamanya berjalan mudah. Terlebih, untuk daerah yang berkontur pegunungan, perairan, dan terpencil.