Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Selandia Baru Bersiap Lockdown demi Cegah Penyebaran Virus Corona

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Senin, 23 Maret 2020 |14:02 WIB
Selandia Baru Bersiap <i>Lockdown</i> demi Cegah Penyebaran Virus Corona
PM Selandia Baru Jacinda Ardern. (Foto/News Hub)
A
A
A

WELLINGTON - Selandia Baru pada Senin (23/3/2020) bersiap untuk melakukan pembatasan wilayah atau lockdown karena jumlah kasus virus corona meningkat lebih dari dua kali lipat.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan keputusan diambil untuk memperlambat penyebaran Covid-19.

"Kita semua sekarang bersiap untuk memasuki isolasi diri sebagai bangsa," kata Ardern mengutip Reuters, (23/3/2020).

Dia menambahkan bahwa tanpa pembatasan wilayah dan pemabatasan sosial, puluhan ribu warga Selandia Baru bisa meninggal.

Baca juga: Pakistan Serukan Pencabutan Sanksi Terhadap Iran di Tengah Pandemi Virus Corona

Baca juga: Pandemi Covid-19, Tak Ada Salat di Masjid Al Aqsa

Jumlah kasus virus korona di Selandia Baru, pada Jumat, 20 Maret melonjak hingga 102 dari sebelumnya 36 kasus. Hingga saat ini belum ada kematian akibat virus corona di Selandia Baru.

Ardern mengatakan, negara berpenduduk 5 juta orang itu menyatakan status level 3, dan 48 jam setelahnya akan naik menjadi level 4. Pada saat itu, Selandia Baru telah menutup perbatasannya dengan orang asing.

Ardern mengatakan semua bar, restoran, kafe, pusat kebugaran, bioskop, kolam renang, museum, perpustakaan, taman bermain, dan tempat yang berpotensi menjadi tempal kumpul warga harus ditutup.

Namun supermarket, klinik, apotek, layanan publik, seperti layanan perbankan akan tetap buka Selandia Baru.

“Jika Anda tidak memiliki kebutuhan mendesak, jangan pergi ke supermarket. Supermarket tetap ada untuk Anda hari ini, besok, dan lusa,” tambahnya.

Ardern menekankan agar semua warga Selandia baru untuk tinggal di rumah. “Dan menghentikan semua interaksi dengan orang lain," kata Ardern.

Semua acara dalam dan luar ruangan akan dibatalkan. Semua perusahaan diminta untuk menerapkan bekerja dari rumah.

Transportasi umum akan ditutup untuk semua orang. “Untuk menghentikan penularan dari masyarakat, tindakan ini perlu dilakukan selama 4 minggu,” kata Ardern.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement