Direktur University of Molecular Bioscience dari University of Queensland, Profesor Ian Henderson, mengatakan Indonesia kemungkinan memiliki lebih banyak kasus daripada yang dilaporkan saat ini.
"Tanpa pengujian skala besar, pelacakan kontak dan tindakan karantina, peluang penyebaran virus ini sangat tinggi," katanya mengutip Canberra News.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pengujian massal adalah cara paling efektif untuk mengatasi virus corona.
Rasio jumlah orang meninggal akibat virus corona di Indonesia sebesar 8,7 persen, tertinggi di dunia, bahkan lebih tinggi dari 8,3 persen di Italia, pusat pandemi Covid-19 di Eropa.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.