OXFORD – Pembatasan wilayah (lockdown) dan pembatasan perjalanan adalah metode terbaik untuk memperlambat penyebaran virus corona. Hal tersebut merupakan hasil riset terbaru yang mengambil contoh kasus di China.
Para peneliti dari Universitas Oxford di Inggris dan Universitas Northeastern di Boston, Massachusetts, AS, menemukan bahwa di Kota Wuhan, Hubei, China, kebijakan pembatasan perjalanan dilakukan terlambat.
Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, merupakan pusat dan pertama kali virus corona ditemukan pada Desember 2019.
Setelah lockdown diberlakukan, kasus-kasus virus corona di wilayah yang berbatasan dengan Wuhan turun 92 persen dari 515 menjadi 39.
Sedangkan di luar Provinsi Hubei, mereka yang membatasi perjalanan dan fokus pada pengujian dan pelacakan, mengatasi wabah virus corona dengan sangat baik.
Pada tanggal 31 Januari, Wuhan lockdown dan tidak mengizinkan siapapun yang tinggal kota itu untuk keluar dengan pesawat atau bus.