Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kehilangan Pekerjaan Akibat Lockdown, Warga Argentina Beralih ke Jatah Makanan dari Militer

Medikantyo , Jurnalis-Jum'at, 27 Maret 2020 |14:27 WIB
Kehilangan Pekerjaan Akibat <i>Lockdown</i>, Warga Argentina Beralih ke Jatah Makanan dari Militer
Foto: Okezone.
A
A
A

BUENOS AIRES - Kebijakan pembatasan kegiatan warga dan penguncian (lockdown) terkait penyebaran virus corona (COVID-19) telah memengaruhi kelangsungan hidup warga Argentina. Lebih banyak warga tidak memiliki cukup uang membeli kebutuhan pokok, hingga mendorong pihak militer membuka dapur umum untuk menyalurkan bantuan.

Sedikitnya puluhan warga mengantre untuk memperoleh jatah pangan harian secara rutin di dapur umum itu, seperti terlihat di Kota Quilmes. Secara umum jumlah warga yang hidup dengan kategori di bawah garis kemiskinan mencapai 35 persen di Argentina. Mayoritas mengandalkan pekerjaan di sektor informal dengan upah harian yang tidak menentu.

"Situasi seperti ini bisa berubah sewaktu-waktu sehingga bantuan kami diharapkan, seperti aktivitas berupa dapur umum ini. Angkatan bersenjata berupaya selalu memberi bantuan kepada warga dan komunitas sekitar," kata seorang petugas militer setempat, Kolonel Alejandro Liberatore, seperti dilansir Reuters.

Sejumlah prajurit mengisi kotak makan yang dibawa warga untuk dibawa pulang kepada keluarga masing-masing. Selain tidak memiliki penghasilan memadai selagi dalam masa lockdown, banyak dari warga memiliki keterbatasan untuk bepergian demi memperoleh bahan makanan layak.

Hanya para pekerja di sektor layanan penting masih mendapat izin untuk menjalankan kegiatan rutin, di tengah pembatasan yang berlaku sampai akhir Maret. Petugas kepolisian diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas di berbagai kawasan serta mengawasi pergerakan warga di wilayah perkotaan.

Argentina juga sudah menutup perbatasan dari kedatangan warga asing, untuk mencegah impor kasus positif corona asal negara lain. Temuan warga terjangkit virus corona di Argentina kini sudah mencapai 589 kasus, dengan 12 orang menjadi korban meninggal dunia.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement