nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Padang Akan Berlakukan Jam Malam dan Karantina Puluhan ODP Corona

Rus Akbar, Okezone · Minggu 29 Maret 2020 12:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 29 340 2190713 padang-akan-berlakukan-jam-malam-dan-karantina-puluhan-odp-corona-rX5kp7AGmP.jpg Pengumuman pemeriksaan suhu tubuh untuk deteksi gejala Covid-19 di Balai Kota DKI Jakarta (Okezone.com/Achmad Fardiansyah)

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat berencana mengkarantina 90 orang dalam pemantauan (ODP) virus corona di wilayahnya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Lokasi karantina masih dicari.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, karantina dilakukan agar lebih mudah memantau orang-orang yang berpotensi tertular corona.

Selain mengkarantinakan ODP Covid-19, Pemkot juga akan mempersempit pintu masuk ke Kota Padang termasuk yang datang lewat Bandara International Minangkabau (BIM) melalui Jalan By Pass dan perbatasan Padang dengan Pariaman.

"Kita akan mempersempit jalan-jalan utama yang menuju pusat kota seperti di rel kereta api rawang dari arah Painan, Lubuk Buaya, dan Simpang Lubuk Begalung (Lubeg). Termasuk akan kita berlakukan jam malam untuk menutup penyebaran Covid-19,” katanya, Minggu (29/3/2020).

 Virus corona

Mahyledi menyebutkan sekarang Pemkot Padang sedang mencari beberapa tempat untuk mengkarantinakan ODP Covid-19.

“Kita sangat serius dan Minggu siang kita akan mengadakan rapat dengan Forkopimda Padang untuk mengambil langkah cepat dan tepat dalam rangka memutus mata rantai sebar virus corona ke masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid mengatakan, tidak hanya ODP yang dikarantinakan, namun masyarakat dari luar yang masuk Kota Padang yang berstatus ODP juga akan dikarantinakan di RSUD dr. Rasidin Padang.

"Kalau ada ODP masuk Kota Padang, kita akan karantikan selama 14 hari ke depan di RSUD Padang," ujarnya.

Berdasarkan data Tim Gugus Depan Pencegahaan Corona Kota Padang, jumlah ODP di Ibu Kota Sumbar itu ada 90 orang, sedangan pasien dalam pengawasan (PDP) tujuh orang. Pasien positif corona tiga orang, satu di antaranya sudah meninggal dunia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini